Jakarta (APRI) โ Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., menegaskan bahwa penghulu merupakan profesi terhormat yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Penghulu dituntut terus meningkatkan kompetensi, menjaga kewibawaan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Kamaruddin menekankan pentingnya menjaga kewenangan dan kewibawaan penghulu saat memimpin akad nikah. Menurutnya, pengaturan teknis yang dilakukan tidak boleh mengesampingkan peran penghulu maupun mengurangi kesakralan prosesi pernikahan.
Penghulu juga didorong memanfaatkan momentum akad nikah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang bermakna kepada pengantin, meskipun hanya dalam waktu 10 hingga 15 menit. Selain menguasai substansi, penghulu harus tampil prima, percaya diri, berwibawa, dan profesional di hadapan masyarakat.
Lebih lanjut, Kamaruddin mengingatkan bahwa penghulu merupakan profesi yang memiliki akar sejarah panjang, bahkan telah dikenal masyarakat Nusantara jauh sebelum masa kolonial. Keberadaannya turut menjadi bagian dari sejarah perkembangan kelembagaan pelayanan keagamaan di Indonesia.
Ia mendorong penghulu memanfaatkan ruang aktualisasi profesi yang terhormat dan strategis melalui penguasaan fikih munakahat, regulasi perkawinan, serta penguatan tradisi intelektual dengan membaca literatur keagamaan dan memahami realitas sosial.
"Penghulu harus mampu menjadikan profesinya semakin terhormat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," demikian inti pesan yang disampaikannya.
Rakornas tersebut turut dihadiri Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd., Ketua Umum APRI, H. Madari, Sekretaris Umum APRI, serta jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah APRI dari seluruh Indonesia.
Melalui Rakornas ini, APRI diharapkan terus memperkuat profesionalisme, integritas, dan kontribusi penghulu dalam mewujudkan keluarga sakinah serta memperkokoh ketahanan keluarga Indonesia. (LR)