Kepala KUA Berastagi Hadiri Pertemuan Rutin Majelis Ta’lim Matahari, Sosialisasikan Pentingnya Pencatatan Nikah

Berastagi, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berastagi, Arri Aliansyah, S.H.I., M.Si., menghadiri pertemuan rutin Majelis Ta’lim Matahari yang berlangsung di Desa Rumah Berastagi, Kamis malam, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencatatan pernikahan dan berbagai program pelayanan KUA.

Dalam kesempatan tersebut, Arri Aliansyah menyampaikan sejumlah materi penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga dan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dampak nikah siri yang masih kerap terjadi di masyarakat, serta pentingnya mencatatkan pernikahan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).

Ia menjelaskan bahwa pencatatan pernikahan merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri sekaligus melindungi hak-hak perempuan dan anak dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan setiap pernikahan dilaksanakan sesuai ketentuan agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, Kepala KUA Berastagi juga mendorong Majelis Ta’lim Matahari agar segera melakukan pendaftaran melalui aplikasi *E-Ormas Kementerian Agama*. Langkah ini diharapkan dapat mendukung tertib administrasi organisasi keagamaan serta memperkuat pembinaan majelis taklim di lingkungan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Arri Aliansyah turut menyosialisasikan program *“Pasti Nikah”* sebagai bagian dari upaya memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait persiapan serta penyelenggaraan pernikahan.

Tidak hanya membahas persoalan administrasi dan pelayanan pernikahan, Arri Aliansyah juga mengajak para peserta untuk mengambil pelajaran berharga dari dua sosok yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni Luqman Al-Hakim dan Fir’aun.

Menurutnya, kedua sosok tersebut memberikan pelajaran tentang perbedaan antara kemuliaan yang dibangun melalui iman dan ketakwaan dengan kekuasaan serta kemegahan dunia yang tidak disertai ketaatan kepada Allah SWT.

“Dari dua sosok di atas, kita belajar bahwa Allah tidak meletakkan kemuliaan pada takhta, harta, dan istana, melainkan meletakkan kemuliaan pada takwa,” ungkap Arri Aliansyah.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan, kekayaan, ataupun kedudukan sosial, melainkan oleh keimanan, ketakwaan, dan akhlak dalam menjalani kehidupan.

Arri Aliansyah menyampaikan rasa gembira dan syukur karena dapat hadir serta bersilaturahmi secara langsung dengan para anggota Majelis Ta’lim Matahari. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari hubungan kerja sama yang semakin erat antara KUA dan masyarakat di Kecamatan Berastagi.

Menurutnya, sinergi antara KUA dan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung pembinaan kehidupan beragama, mewujudkan keluarga yang harmonis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelayanan keagamaan yang tertib dan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Ketua Majelis Ta’lim Matahari, Sutarno, menyampaikan terima kasih kepada Kepala KUA Berastagi yang telah meluangkan waktu untuk memenuhi undangan dan hadir dalam pertemuan rutin tersebut.

Dalam sambutannya, Sutarno juga menyampaikan kesan positif terhadap sosok Kepala KUA Berastagi yang dinilainya ramah, terbuka, dan rendah hati.

“Saudara-saudara sekalian, Pak KUA ini orangnya ramah, asyik, dan rendah hati. Kalau ada yang mau berdiskusi masalah pernikahan, beliau sangat welcome. Saya sudah punya pengalaman sendiri,” ujar Sutarno disambut suasana akrab oleh para peserta.

Pertemuan rutin Majelis Ta’lim Matahari tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan komunikasi antara masyarakat dengan KUA.

Melalui kegiatan seperti ini, KUA Kecamatan Berastagi terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat, memberikan pemahaman keagamaan, serta membangun kolaborasi yang positif demi terwujudnya kehidupan keluarga dan masyarakat yang lebih baik.

Bagikan Artikel