Banjarnegara — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penghulu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi Penghulu Angkatan 2025 pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Banjarnegara ini dihadiri oleh Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Banjarnegara, Heri Purnomo Adi, Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarnegara, Slamet Wahyudi, serta Atim Rinawati sebagai perwakilan IAINNU Kebumen.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas penghulu dalam menjalankan tugas dan fungsi jabatan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Ketua APRI Kabupaten Banjarnegara, Heri Purnomo Adi, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan sebagai sarana pengembangan kompetensi dan penguatan komitmen profesi penghulu.
“Melalui kegiatan pembinaan ini, kami berharap Penghulu Angkatan 2025 dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Penghulu tidak hanya dituntut memahami aspek administrasi dan regulasi, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarnegara, Slamet Wahyudi, menyampaikan bahwa penghulu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan keagamaan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia perlu terus dilakukan agar penghulu mampu menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat.
“Penghulu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi harus menjadi komitmen bersama. Saya berharap para penghulu senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kapasitas diri, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan pelayanan publik,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dari Atim Rinawati selaku perwakilan IAINU Kebumen. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme penghulu.
“Pengembangan kompetensi penghulu perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional. Saya berharap para penghulu tidak berhenti belajar, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pembinaan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara organisasi profesi, Kementerian Agama, dan kalangan akademisi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kepenghuluan.
Melalui kegiatan tersebut, Penghulu Angkatan 2025 diharapkan semakin siap menjalankan amanah jabatan secara profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pelayanan pencatatan pernikahan dan pembinaan keluarga.
Dengan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, penghulu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.