PW APRI Sumut Apresiasi Pelantikan Pengurus IPIM Delapan Daerah, Eddy Munawar: Momentum Perkuat Sinergi KUA, Penghulu dan Imam Masjid

Medan, (Humas). Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di delapan kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan antara IPIM, Kantor Urusan Agama (KUA), para Penghulu, dan pengurus masjid dalam meningkatkan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua I PW APRI Sumatera Utara, H. Eddy Munawar Hutabarat, S.AP., M.Si., yang hadir mewakili PW APRI Sumut dalam kegiatan pelantikan pengurus daerah IPIM di Ballroom Madani Hotel, Minggu (01/11).

Adapun delapan daerah yang melaksanakan pelantikan kepengurusan IPIM meliputi Kabupaten Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Asahan, Langkat, serta Kota Tanjung Balai dan Binjai.

Pelantikan dipandu oleh Sekretaris IPIM Pusat, Dr. H. Taufiqurrahman, S.IQ., M.A., bersama Ketua IPIM Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi sekaligus konsolidasi peran imam masjid dalam pembinaan umat di daerah.

Eddy Munawar yang juga bertugas di Kabupaten Langkat serta merupakan Penasehat PC APRI Langkat menyampaikan bahwa terbentuknya kepengurusan IPIM di berbagai daerah merupakan peluang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih terarah antara para imam masjid dengan jajaran Kementerian Agama, khususnya KUA dan Penghulu.

Menurutnya, keberadaan IPIM tidak hanya menjadi wadah persaudaraan para imam masjid, tetapi juga dapat menjadi jembatan pemberdayaan yang menghubungkan program pembinaan KUA dengan kebutuhan riil masyarakat di lingkungan masjid. 


Ia berharap para Penghulu dan Kepala KUA di setiap wilayah binaan dapat terus menjalin komunikasi, membangun koordinasi, serta menghadirkan ruang kolaborasi bersama para imam masjid. Dengan demikian, pembinaan keagamaan tidak hanya berlangsung melalui program kelembagaan, tetapi juga tumbuh melalui peran aktif imam dan masjid di tengah masyarakat.

"Pelantikan ini hendaknya menjadi awal dari kerja bersama. KUA, Penghulu, dan para imam masjid memiliki ruang pengabdian yang saling melengkapi. Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, kita dapat mendorong pemberdayaan masjid sekaligus menyempurnakan pembinaan umat di wilayah masing-masing," harapnya.

Lebih lanjut, sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan dan pembinaan keagamaan, mulai dari penguatan pemahaman keislaman, pembinaan keluarga, peningkatan kapasitas imam, hingga pemberdayaan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

PW APRI Sumatera Utara memandang bahwa hubungan kemitraan antara Penghulu dan imam masjid merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, masjid diharapkan semakin berdaya dan KUA semakin optimal menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, serta pendampingan umat.

(rep/foto: hisyamsyah)


Bagikan Artikel