Tigalingga, (Humas).
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tigalingga, Mahyudin Al Amir
Limbong, S.Pd.I, bersama Penyuluh Fungsional Nurliasniati Lingga, M.M, dan Penyuluh
PPPK yakni Masdar, S.Ag, Putra Muroswana, S.Th.I, dan Surya Hafni, S.Sos.I,
melaksanakan Koordinasi Lintas Sektoral ke Puskesmas Tigalingga. Kegiatan ini
bertujuan untuk memperkuat sinergi antara KUA dan Puskesmas dalam pencegahan
stunting di kalangan Calon Pengantin (Catin) serta remaja pra nikah, Kamis (16/10).
Upaya ini merupakan bagian dari program
pendampingan dan pembinaan kesehatan keluarga sakinah, sekaligus bentuk
implementasi dari edukasi pra nikah yang menyentuh aspek kesehatan reproduksi
dan gizi. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas langkah-langkah
strategis, antara lain pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin,
pemberian penyuluhan gizi, dan edukasi tentang pentingnya kesiapan fisik dan
mental sebelum menikah.
Kepala KUA Tigalingga, menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting sejak dini. โPersiapan pernikahan bukan hanya soal administrasi dan agama, tetapi juga kesiapan kesehatan. Dengan kolaborasi ini, kita ingin memastikan generasi yang lahir nanti adalah generasi sehat dan berkualitas,โ ujarnya.
Sementara itu,
pihak Puskesmas Tigalingga menyambut baik langkah sinergi ini dan siap
berkolaborasi dalam kegiatan sosialisasi serta pendampingan calon pengantin di
wilayah kerja Kecamatan Tigalingga. Koordinasi ini menjadi langkah awal dalam
memperkuat komitmen bersama antara KUA dan Puskesmas dalam mendukung program
nasional percepatan penurunan stunting, menuju keluarga sakinah, sehat, dan
sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Kecamatan Tigalingga, dr. Antonius Luksius Marpaung, menyampaikan apresiasi atas inisiatif KUA Tigalingga yang menjalin kemitraan dengan pihak Puskesmas. Beliau berharap kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, serta program pendampingan keluarga muda.
โKami sangat menyambut baik kolaborasi ini.
Dengan adanya kerja sama antara KUA dan Puskesmas, kami bisa bersama-sama
memberikan edukasi pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Hal ini
akan berpengaruh besar dalam mencegah stunting sejak dini,โ ujar dr. Antonius.
Para Penyuluh Agama Islam KUA Tigalingga juga
berkomitmen untuk terus memberikan penyuluhan keagamaan dan sosial di
masyarakat, termasuk mengedukasi calon pengantin agar aktif memeriksakan
kesehatannya sebelum menikah. Mereka akan turut berperan sebagai jembatan
antara masyarakat dan pihak Puskesmas dalam menyebarkan informasi mengenai
pentingnya pencegahan stunting.
Melalui sinergi ini, diharapkan KUA dan Puskesmas
Kecamatan Tigalingga dapat menjadi mitra yang saling menguatkan dalam
menjalankan program pembinaan umat dan peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Kerja sama lintas sektor ini juga diharapkan menjadi contoh nyata
kolaborasi antara lembaga keagamaan dan lembaga kesehatan dalam mewujudkan
masyarakat Tigalingga yang sehat, sejahtera, dan religius. (MHS/KSS)