Edy Oktafiandi : Penghulu Bukan Sekadar Pencatat Pernikahan

PADANG PARIAMAN โ€” Penghulu memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Tugas Penghulu bukan sekadar mencatat peristiwa pernikahan, tetapi juga menjadi sumber informasi keagamaan, pemimpin, administrator hingga tempat masyarakat bertanya dan berkonsultasi mengenai persoalan keagamaan dan keluarga.

Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Periodik September 2026 Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Padang Pariaman yang digelar di aula KUA VII Koto Patamuan, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat Bersatu Menguatkan Pelayanan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, H. Edy Oktafiandi, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri Kasi Bimas Islam Irsyad, Ketua APRI Cabang Padang Pariaman Heri Yudiansyah, Analis Kepegawaian Aulia Hasanah, S.E., serta narasumber muzakarah keilmuan Dr. Marfiyanti, S.Sos.I., M.A.

Dalam keynote speech, H. Edy Oktafiandi mengingatkan jajaran Penghulu agar memahami secara utuh kedudukan dan perannya di tengah masyarakat.

โ€œPenghulu tidak hanya pencatatan nikah, tetapi lebih luas daripada itu,โ€ ujar Edy.

Menurutnya, terdapat sedikitnya empat peran strategis yang melekat pada Penghulu. Pertama, sebagai sumber informasi pembangunan keagamaan yang mampu menyampaikan berbagai pesan pembangunan melalui pendekatan dan bahasa agama.

Kedua, Penghulu berperan sebagai manager atau pemimpin, terutama dalam menggerakkan dan mengoordinasikan berbagai pelayanan serta pembinaan keagamaan di masyarakat.

Ketiga, sebagai administrator yang dituntut mampu memastikan seluruh proses administrasi pelayanan berjalan tertib, efektif dan sesuai ketentuan.

Keempat, Penghulu juga memiliki peran sebagai mufti atau ulama tempat bertanya, sehingga dituntut memiliki wawasan dan kompetensi keilmuan yang memadai.

โ€œKarena itu, Penghulu harus terus meningkatkan kompetensi. Masyarakat datang bukan hanya untuk mendapatkan pelayanan administrasi, tetapi juga membutuhkan informasi dan solusi terhadap persoalan keagamaan yang mereka hadapi,โ€ jelasnya.

Empat Kunci Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, Edy juga menekankan empat aspek yang harus menjadi perhatian Penghulu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yakni lingkungan pelayanan, performa atau penampilan, komunikasi dan integritas.

Keempat aspek tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Lingkungan pelayanan harus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Penampilan harus mencerminkan profesionalisme. Komunikasi harus dilakukan dengan santun, jelas dan mudah dipahami. Sementara integritas menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pesan tersebut menjadi semakin penting karena Penghulu merupakan salah satu unsur Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai persoalan kehidupan keagamaan.

Perkuat Administrasi dan Keilmuan

Rapat periodik kemudian dilanjutkan dengan pembahasan E-Kinerja dan SKP Triwulan III bersama Analis Kepegawaian Aulia Hasanah, S.E.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan administrasi dan pelaporan kinerja ASN di lingkungan Penghulu dapat berjalan tertib, tepat waktu dan sesuai ketentuan.

Selain penguatan administrasi, APRI juga memberikan ruang bagi peningkatan kapasitas keilmuan melalui Muzakarah Keilmuan bertema โ€œProblematika Rumah Tanggaโ€ yang disampaikan Dr. Marfiyanti, S.Sos.I., M.A.

Muzakarah tersebut menjadi bekal penting bagi Penghulu dalam menjalankan fungsi pembinaan keluarga dan memberikan konseling kepada masyarakat, termasuk melalui BP4.

Berbagai persoalan rumah tangga yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berlandaskan aspek hukum perkawinan, tetapi juga kemampuan memahami kondisi sosial dan psikologis keluarga.

Ketua APRI Cabang Padang Pariaman, Heri Yudiansyah, menegaskan bahwa rapat periodik merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menjaga kekompakan sekaligus meningkatkan kapasitas para Penghulu.

Melalui forum tersebut, para Penghulu dapat saling bertukar pengalaman, memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menyamakan langkah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan kompetensi yang terus diperkuat, administrasi yang semakin tertib, keilmuan yang terus diasah serta integritas yang dijaga, APRI Cabang Padang Pariaman berkomitmen menghadirkan Penghulu yang profesional, responsif dan dekat dengan masyarakat.


Bagikan Artikel