Banjarnegara (Senin, 13 Oktober 2025) – Kantor Urusan Agama (KUA)
Susukan, Banjarnegara, kembali sukses dalam memberikan pelayanan prima kepada
masyarakat. Untuk kelima kalinya, program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi
Calon Pengantin (Catin) digelar secara on
the spot di lokasi yang jauh dari kesan formal, tepatnya di Saung Bu Eni,
Susukan.
Kegiatan Bimwin Angkatan ke-5 ini dilaksanakan pada hari Senin, 13
Oktober 2025, dengan konsep yang sangat unik: belajar membangun keluarga
harmonis sambil menikmati suasana alam yang menenangkan. Jauh dari suasana
kelas atau aula yang kaku, para catin mendapatkan pembekalan di sebuah saung
terbuka yang dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan dihiasi bunga-bunga yang
segar. Suasana santai dan asri ini sengaja dipilih agar materi penting tentang
pernikahan dapat diserap dengan lebih nyaman dan tanpa tekanan.
“Kami ingin menghilangkan kesan Bimwin sebagai kegiatan yang menakutkan
atau terlalu formal,” ujar salah satu fasilitator, Yusuf Andi Yulianto,
Penyuluh Agama Islam dari KUA Susukan. “Materi tentang hak dan kewajiban suami
istri, manajemen konflik, hingga kesehatan reproduksi adalah bekal esensial.
Dengan suasana yang rileks seperti di Saung Bu Eni ini, diskusi menjadi lebih
terbuka, dan ilmu yang disampaikan pun akan lebih meresap,” tambahnya.
Kegiatan yang bertema “Menciptakan Keluarga Sakinah di Era Milenial” ini
didampingi langsung oleh dua fasilitator kompeten dari KUA Susukan, yaitu Yusuf
Andi Yulianto dan rekannya, Umrotun Mabruroh. Keduanya membawakan materi dengan
pendekatan yang humanis dan interaktif, mendorong setiap pasangan untuk aktif
berdiskusi dan berbagi pandangan.
Umrotun Mabruroh menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam rumah
tangga. “Pernikahan adalah tentang dua individu yang tumbuh bersama. Kami
mengajarkan bagaimana mengelola harapan, perbedaan pendapat, dan keuangan
keluarga secara bijak. Semua itu kami bungkus dalam sesi yang fun dan mudah dicerna, apalagi dengan
pemandangan sawah yang bikin hati adem,” jelas Umrotun.
Program Bimwin on the spot yang
diinisiasi KUA Susukan ini telah menjadi model layanan yang patut dicontoh.
Pendekatan informal ini terbukti mampu meningkatkan minat catin untuk mengikuti
pembekalan. Dengan bekal ilmu yang matang, diharapkan angka perceraian di
Banjarnegara dapat ditekan, dan setiap pasangan yang menikah memiliki fondasi
yang kuat untuk mewujudkan keluarga sakinah,
mawaddah, wa rahmah (SAMAWA).
Para peserta Bimwin Angkatan ke-5 ini tampak antusias. Salah satu catin,
Rina (nama samaran), mengungkapkan kegembiraannya. “Ini Bimwin yang paling
seru. Tempatnya bagus banget, materinya jelas, dan enggak bikin kita tegang.
Pulang-pulang bukan cuma dapat sertifikat, tapi juga pikiran yang lebih jernih
buat nikah,” katanya sambil tersenyum.
KUA Susukan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan
terbaik, memastikan setiap calon pengantin siap secara mental, spiritual, dan
sosial untuk memasuki gerbang pernikahan.