Pelalawan (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (Ka.KUA) Kecamatan
Pangkalan Kerinci, Sudur Malay, menghadiri kegiatan Ngopi
Kerukunan yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) Kabupaten Pelalawan. Kegiatan yang berlangsung di Kedai Kopi Jogja Bono
pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB itu menjadi ajang silaturahmi lintas tokoh agama
dan instansi terkait dalam rangka mempererat komunikasi serta menjaga kerukunan
di tengah keberagaman masyarakat.
Hadir dalam kegiatan
tersebut perwakilan dari Kantor Kemenag Kab Pelalawan Aliadi, Kepala Kantor
Kesbangpol Kab Pelalawan Andi, Ketua FKUB Tengku Kashar, serta Sekretaris Umum
FKUB Yumesri. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi
dan sinergi lintas lembaga dalam mewujudkan suasana yang harmonis di tengah
masyarakat yang multikultural. Selain menjadi wadah untuk berdiskusi santai,
kegiatan Ngopi Kerukunan kali
ini juga dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi rencana kegiatan Jalan Sehat Kerukunan, yang akan digelar sebagai
salah satu agenda peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di
Kabupaten Pelalawan. Melalui momentum ini, FKUB bersama Kemenag dan Kesbangpol
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, sekaligus
menjadikan kegiatan jalan sehat sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan
kebugaran jasmani.
Suasana pertemuan yang
berlangsung penuh keakraban tersebut dimaknai para peserta sebagai ruang
kebersamaan yang hangat. Dalam kesempatan itu, Sudur Malay menegaskan
pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama sebagai pondasi utama
pembangunan di Kabupaten Pelalawan.“Harapan kita, kerukunan umat beragama di
Kabupaten Pelalawan selalu terjaga dengan baik. Melalui kegiatan seperti ini,
komunikasi dan kebersamaan lintas agama dapat semakin erat,” ujarnya. Melalui
kegiatan Ngopi
Kerukunan, FKUB Pelalawan meneguhkan komitmennya untuk terus
menjaga kedamaian dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat. Hal ini
sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mengarusutamakan moderasi beragama,
di mana kerukunan dan toleransi menjadi modal utama dalam merawat persatuan
bangsa.(dbs)