Gunungsitoli, (Humas). Kelompok Kerja
Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gunungsitoli kembali
menegaskan semangat kebersamaan dan komitmennya dalam memperkuat dakwah melalui
pengajian rutin bulanan yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Gunungsitoli Utara, Rabu (05/11). Kegiatan ini menjadi wadah mempererat
silaturahmi, memperkaya wawasan keagamaan, sekaligus menyusun arah program
kerja dakwah di wilayah Kota Gunungsitoli.
Pengajian kali ini
terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan milad ke-26 Penanggung Jawab
acara, Novita Sari, S.Sos. Momen tersebut mencerminkan semangat muda dan dedikasi
tinggi para penyuluh dalam menjalankan tugas dakwah. Suasana kegiatan
berlangsung khidmat namun penuh keakraban, menandakan kuatnya sinergi
antar penyuluh agama di lingkungan Kemenag Kota Gunungsitoli.
Acara dibuka dengan
pembacaan ayat suci Al-Qurโan oleh Ustad Azman Zega, dilanjutkan tausiyah oleh
Ustad Elias Malik Harefa, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tiga
pesan penting: โYang paling berat adalah amanah, yang paling jauh adalah
masa lalu, dan yang paling dekat adalah kematian.โ Ia mengingatkan seluruh
penyuluh agar tetap istiqamah, mengambil hikmah dari masa lalu, dan selalu
menyiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.
Wakil Ketua Pokjaluh
Kota Gunungsitoli, Ustad Irwansyah Gulo, S.Sos.I, dalam laporannya memaparkan
berbagai program yang telah dan sedang dijalankan, termasuk pengelolaan Outlet
Bingkai Pokjaluh di KUA Kecamatan Gunungsitoli sebagai sarana publikasi dan
komunikasi umat. Ia menambahkan, Pokjaluh akan terus memperkuat pembinaan
muallaf dan merencanakan kegiatan Safari Dakwah ke luar daerah guna memperluas
jangkauan syiar Islam.
Kepala KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd, turut memberikan apresiasi serta dukungan terhadap kegiatan Pokjaluh tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarpenyuluh, meskipun berasal dari satuan kerja yang berbeda. โSoliditas adalah kunci keberhasilan dakwah. Dengan kebersamaan, setiap program akan lebih mudah mencapai hasil yang maksimal,โ ujarnya mengenang masa pengabdiannya sebagai penyuluh agama honorer.
Kegiatan ditutup
dengan sesi diskusi program yang dipandu oleh Ibu Kartini Zebua, menghasilkan
sejumlah kesepakatan strategis untuk penguatan dakwah ke depan. Doa penutup
dipimpin oleh Bapak Yarmansyah Caniago, memohon keberkahan dalam setiap langkah
perjuangan dakwah. Turut hadir dalam kegiatan ini para Penghulu Muda se-Kota
Gunungsitoli dan mahasiswa PPL STAIN Gunungsitoli, sebagai bentuk sinergi
positif antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan Islam di daerah. (KZ,
MHA)