Wonosobo β Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu
Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan rapat kerja
(raker) pada Jumat, 7 November 2025. Bertempat di Rumah Makan Joglo Nawasena,
raker berlangsung dengan lancar dan tidak ada kendala berarti meski sempat
hujan lebat.
Raker PC APRI Kab. Wonosobo tahun 2025 merupakan
agenda lanjutan dari pengukuhan PC APRI yang telah dilangsungkan pada 30 Juli
2025 lalu. Jarak yang cukup antara pengukuhan dan raker pengurus ini di
antaranya karena formasi kepala KUA definitif yang baru terisi menyusul
pelantikan pada Rabu, 29 Oktober 2025 di Magelang.
Ada tiga agenda yang dibahas pada raker kali
ini, pertama, standar minimal persyaratan administrasi pencatatan nikah,
kedua, urgensi media sosial dalam pelayanan, dan ketiga, keuangan.
Agenda pertama dipilih seiring dengan banyaknya
masalah administrasi yang dijumpai penghulu di lapangan. Meski telah dibekali
dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan
Pernikahan, implementasinya di lapangan sering kali tidak semudah kelihatannya
dan membutuhkan kebijakan tertentu.
Fyi, peraturan
Menteri Agama yang terbaru berkaitan dengan regulasi pernikahan adalah PMA
Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pernikahan. Peraturan ini ditetapkan pada tanggal
24 Desember 2024 dan menasakh peraturan sebelumnya, PMA Nomor 22 Tahun 2024
tentang Pencatatan Pernikahan.
Standar minimal persyaratan administrasi
pencatatan nikah ini nantinya akan dibakukan sebagai panduan dan pedoman
tambahan bagi penghulu di seluruh Wonosobo tanpa mengurangi esensi dari PMA
Nomor 30 sebelumnya. Dengan adanya standar baku ini diharapkan tidak ada
perbedaan administrasi dalam persyaratan pernikahan di seluruh KUA di wilayah
Wonosobo.
Suasana Raker PC APRI
Agenda berikutnya yang dibahas adalah urgensi
media sosial sebagai wadah sosialisasi, edukasi dan wasilah pelayanan
kepenghuluan. Hal ini seiring dengan terus meningkatnya akses masyarakat
terhadap media sosial. Di sisi lain, bergabungnya 18 calon (CPNS) penghulu muda
yang memiliki kompetensi dalam bidang IT dan dunia digital dipandang sebagai
amunisi untuk menghadirkan layanan berbasis digital.