Kantor Urusan Agama (KUA) Susukan kembali melaksanakan kegiatan
pendampingan proses masuk Islam bagi seorang warga bernama Fendy Gunawan pada Senin, 4 Mei 2026 di Kantor Urusan Agama (KUA) Susukan Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib,
lancar, dan penuh kekhidmatan.
Dalam proses tersebut, Fendy Gunawan mendapatkan pendampingan langsung dari
Kepala KUA Susukan, Heri Purnomo Adi, bersama jajaran petugas, termasuk
penyuluh agama Islam. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman
yang komprehensif mengenai ajaran Islam sebelum dan sesudah prosesi pengucapan
syahadat.
Sebelum prosesi inti dilaksanakan, peserta diberikan penjelasan mengenai
dasar-dasar ajaran Islam, termasuk rukun iman dan rukun Islam. Setelah itu,
Fendy Gunawan dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan mengucapkan dua kalimat
syahadat di hadapan petugas dan saksi. Prosesi ini menjadi penanda resmi bahwa
yang bersangkutan telah memeluk agama Islam.
Kepala KUA Susukan, Heri Purnomo Adi, menyampaikan bahwa pendampingan
memiliki peran penting dalam proses tersebut. “Pendampingan ini kami lakukan
agar setiap individu yang masuk Islam benar-benar memahami ajaran yang
dianutnya, bukan hanya sekadar mengikuti prosesi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Kami ingin memastikan bahwa mualaf mendapatkan bekal
yang cukup, baik dari sisi pemahaman akidah maupun praktik ibadah sehari-hari.”
Lebih lanjut, Heri Purnomo Adi menjelaskan, “KUA Susukan berkomitmen untuk
terus memberikan pembinaan berkelanjutan kepada para mualaf agar mereka dapat
beradaptasi dengan baik dalam kehidupan beragama.”
Sementara itu, penyuluh agama Islam KUA Susukan, Yusuf Andi Yulianto, turut
memberikan penjelasan terkait peran penyuluh dalam kegiatan tersebut. “Kami
tidak hanya mendampingi saat proses syahadat berlangsung, tetapi juga
memberikan bimbingan lanjutan agar mualaf lebih memahami ajaran Islam secara
bertahap,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Pendekatan yang kami lakukan bersifat persuasif dan
edukatif, sehingga peserta merasa nyaman dalam mempelajari ajaran Islam.”
Selain itu, Yusuf Andi Yulianto juga menekankan pentingnya pendampingan
berkelanjutan.
“Setelah prosesi ini, kami tetap membuka ruang konsultasi dan pembinaan agar
mualaf dapat terus belajar dan berkembang dalam menjalankan ibadah,” katanya.