Akselerasi BRUS, KUA Sidikalang Ajak Guru PAI Kenali Potensi dan Perkuat Spiritual Pelajar

Sidikalang, (Humas). Penghulu KUA Kecamatan Sidikalang, Muhammad Hisyamsyah Dani, S.H., M.H., mendorong akselerasi program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai upaya memperkuat pembinaan spiritual, karakter, dan potensi diri peserta didik sejak dini. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi instruktur dan narasumber di hadapan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP se-Kabupaten Dairi yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Senin (12/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Hisyamsyah mengajak para guru PAI untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik siswa, tetapi juga aktif menggali dan mengenali potensi, karakter, minat, serta tantangan yang dihadapi remaja. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi peserta didik menjadi langkah penting dalam memberikan pendampingan yang tepat, terutama ketika mereka berada dalam fase pencarian jati diri dan pembentukan kepribadian.

Ia menjelaskan bahwa BRUS memiliki peran strategis sebagai layanan bimbingan spiritual bagi pelajar usia sekolah. Melalui pendekatan yang komunikatif, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan remaja, program ini diharapkan mampu membantu siswa membangun kesadaran beragama, memperkuat akhlak, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Muhammad Hisyamsyah juga menekankan bahwa guru PAI memiliki posisi penting sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam memperluas jangkauan pembinaan keagamaan di lingkungan pendidikan. Kolaborasi guru PAI dengan penghulu, penyuluh agama, dan pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat agar pendampingan kepada remaja tidak berhenti pada penyampaian materi di kelas, tetapi berlanjut menjadi pembinaan karakter yang berkesinambungan.

“Melalui BRUS, kita ingin memastikan bahwa pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk mengenali potensi dirinya, memperkuat spiritualitas, dan membangun karakter yang baik. Karena itu, guru PAI perlu menjadi penggerak yang mampu memahami kebutuhan remaja serta menghadirkan bimbingan yang dekat dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.
 


Kegiatan ini turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Dairi, pengawas Kemenag, serta pengurus MGMP PAI Kabupaten Dairi. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi lintas sektor untuk mendukung penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter peserta didik.

Forum MGMP menjadi ruang strategis bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas, bertukar pengalaman, dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Melalui pengenalan program BRUS, para guru diharapkan semakin memahami pentingnya bimbingan spiritual yang bersifat preventif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan karakter remaja.

Akselerasi BRUS di lingkungan sekolah diharapkan mampu memperluas akses pelajar terhadap layanan bimbingan keagamaan sekaligus memperkuat kolaborasi antara KUA, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan MGMP PAI. Dengan sinergi tersebut, pembinaan remaja dapat dilaksanakan secara lebih terarah untuk menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan landasan spiritual dan tanggung jawab sosial yang kuat. (syah)

Bagikan Artikel