PW. APRI Sumsel (Palembang), – Di
tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup digital, menjadi remaja muslim
bukanlah hal yang mudah. Media sosial, tren mode, dan pergaulan sering kali
membuat nilai-nilai Islam terasa tertinggal. Padahal, di era modern ini, remaja
muslimah justru memiliki peran besar sebagai penjaga moral dan inspirasi
kebaikan, agar Menjadi remaja Muslim yang relevan di zaman
modern memerlukan keseimbangan, antara iman yang kuat dan adaptasi tehnologi, memerlukan pembinaan secara intensif, seperti yang
dilakukan Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sako Kota Palembang Dr. H. Hendra Wijaya, M.Pd.I. di Sekolah
Menengah Pertama (SMP) Bina Tama Kota Palembang. Kamis, 05/03/2026.
Kegiatan tersebut bertanjuk The Most KUA Move For Sakinah Maslahat yang disambut hangat oleh pihak sekolah SMP Bina Tama, melalui Kepala Sekolah Hendra Batubara, S.Pd, M.Pd. Gr beliau menyatakan “Kegiatan yang digagas oleh KUA Sako ini sangat membantu pihak sekolah dalam pembinaan mental generasi muda, agar menjadi genarasi yang berkualitas dan memiliki aklak karimah sehingga pada saatnya nanti mampu menerima estafet kepemimpinan negeri ini dengan Amanah”. Tegas Hendra Batubara.
Pelaksanaan pembinaan remaja berjalan lancar dan
tertib, dengan didukung antusiasme tinggi dari para peserta, karena metode yang disampaikan
narasumber merupakan metode interaktif, edukasi dan paly-based learning
(pembelajaran berbasis bermain) yang sesuai dengan emosional generasi muda.
Selaku Narasumber The Most KUA Move For Sakinah Maslahat Dr. H. Hendra Wijaya, M.Pd.I menyampainkan “tantangan generasi muda dismasa yang akan datang tidak sama dengan tantangan yang ada pada zaman sekarang ini, oleh karena itu diperlukan generasi muda yang berkualitas, Tangguh dan mampu menghadapi tantang zaman hal ini hanya dapat diraih jika generasi mudanya memiliki Karakteristik Generasi Muda Unggul (Iman & Ilmu) ; Generasi muda yang unggul tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual”. Tegas Dr. H. Hendra.
Adapun
startegi yang dapat dilakukan antara lain : Pertama, Pendidikan
Holistik, dengan metode ini menggabungkan kurikulum Islam dengan pendidikan modern untuk
membentuk generasi yang berakhlak mulia sekaligus kompeten. Kedua, Internalisasi
Sejarah dengan mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk mengambil
nilai-nilai moral, toleransi, dan keadilan sebagai bekal perjuangan. Ketiga, Literasi
Digital & Teknologi, dengan memanfaatkan teknologi untuk dakwah dan
pengembangan diri, serta menggunakan teknologi sesuai etika Islam. dan Keempat, Aktif
Berorganisasi, dengan melibatkan pemuda dalam kegiatan sosial dan organisasi untuk
meningkatkan kepedulian sosial dan kepemimpinan.
“Dengan
kombinasi iman yang kuat, ilmu pengetahuan yang luas, dan akhlak yang mulia,
generasi muda dapat membawa kembali peradaban Islam yang maju dan bermartabat”.
Tegas H. Hendra sebagai kalimat penutup.(Md)