Alasa (Humas). Penghulu KUA Alasa, Sarwan Lubis, S.H., menyampaikan pesan keagamaan tentang dua amalan terbaik yang dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Muhadarah Bulanan di SD Muhammadiyah Lahewa, Jumat (9/10).
Dalam ceramahnya, Sarwan mengajak para siswa untuk memahami bahwa setiap manusia tentu mengharapkan rida dan kasih sayang Allah Swt. Salah satu jalan untuk meraihnya adalah dengan beribadah dan menjalankan ketaatan kepada-Nya, sebagaimana tujuan penciptaan manusia yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, yakni untuk beribadah kepada Allah Swt.
Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk melakukan amalan terbaik sesuai dengan kemampuan dan keadaan masing-masing. Orang yang memiliki kelapangan rezeki dapat memperbanyak sedekah, orang yang berilmu dapat mengajarkan ilmunya, orang yang memiliki waktu luang dapat memperbanyak zikir dan salat sunah, sedangkan orang yang menghadapi keterbatasan dapat menjadikan kesabaran sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah.
“Lalu, bagaimana dengan adik-adik di SD Muhammadiyah Lahewa? Apa amalan terbaik yang bisa dilakukan pada usia sekarang?” tanyanya kepada para siswa.
Menjawab pertanyaan tersebut, Sarwan menyampaikan dua amalan utama yang perlu ditanamkan sejak dini.
Pertama, berbakti kepada orang tua dan menghormati guru.
Sarwan menjelaskan bahwa pada usia sekolah dasar, salah satu bentuk ibadah yang sangat penting adalah berbakti kepada kedua orang tua dan menghormati guru. Hal ini dapat diwujudkan dengan berbicara sopan, menaati nasihat yang baik, membantu orang tua, menghargai guru, serta mematuhi arahan mereka dalam kebaikan.
Ia menegaskan bahwa menghormati orang tua dan guru bukan sekadar bentuk sopan santun, melainkan juga bagian dari akhlak mulia yang bernilai ibadah. Oleh karena itu, setiap siswa hendaknya senantiasa menjaga perilaku dan perkataannya agar dapat membahagiakan orang tua serta menghargai jasa para guru yang telah mendidik mereka.
Kedua, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Sarwan juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang sangat penting bagi setiap Muslim. Ilmu menjadi bekal untuk menjalani kehidupan, membedakan yang baik dan buruk, serta melaksanakan ajaran agama dengan benar.
Karena itu, para siswa hendaknya belajar dengan tekun, rajin membaca, mendengarkan penjelasan guru, mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Ia juga mengajak para siswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi sekaligus membentuk karakter yang baik agar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Muhadarah Bulanan ini, diharapkan para siswa dapat memahami bahwa menjadi anak yang saleh dan berprestasi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
KUA Kecamatan Alasa berharap pesan keagamaan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sebab, amalan terbaik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kebaikan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah setiap hari.(MHS/SL)