Tanjung Selor β Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Kalimantan Utara sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II yang berlangsung selama dua hari, 10β11 September 2025, di Tanjung Selor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penghulu se-Kalimantan Utara dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, hadir sekaligus membuka secara resmi Muswil tersebut. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya peran penghulu, khususnya di wilayah pedalaman, sebagai garda terdepan pelayanan umat dan penguatan ketahanan keluarga. βPenghulu bukan hanya pelaksana administrasi nikah, tapi juga pembimbing umat. Peran ini sangat vital di daerah-daerah pedalaman yang aksesnya terbatas,β ungkapnya.
Muswil ke II APRI Kaltara juga menjadi momentum evaluasi program sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan. Setelah melalui proses musyawarah, forum akhirnya mempercayakan kembali Rosihan Fansori sebagai Ketua APRI Provinsi Kalimantan Utara untuk periode 2025β2029.
Rosihan Fansori dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran penghulu di Kaltara, meningkatkan kompetensi, serta memperluas sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. βAPRI harus menjadi wadah yang solid, menguatkan silaturahmi dan meningkatkan kualitas pelayanan penghulu di seluruh wilayah Kalimantan Utara,β ujarnya.
Kegiatan Muswil II APRI Kaltara ditutup dengan peneguhan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadikan penghulu sebagai agen penguatan keluarga dan penjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.