Gunungsitoli, (Humas). Kantor Urusan Agama
(KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara menerima kunjungan media Radio Republik
Indonesia (RRI) Gunungsitoli dalam rangka wawancara terkait pergeseran momen pelaksanaan peringatan Isra
Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan wawancara tersebut berlangsung di
Kantor KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara pada Kamis, (15/01), sebagai bagian dari upaya penyampaian
informasi keagamaan yang akurat kepada masyarakat.
Wawancara dilakukan
secara langsung oleh Ida Rahmi Telaumbanua,
S.Pd. reporter RRI Gunungsitoli, yang hadir secara mandiri tanpa didampingi
kru. Dalam kesempatan tersebut, reporter RRI meminta penjelasan langsung dari Kepala KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara, Amir
Sidik Harefa, S.Pd.I, mengenai dasar kebijakan serta pertimbangan yang
melatarbelakangi adanya pergeseran momen pelaksanaan peringatan hari besar
keagamaan Isra Mi’raj di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya,
Amir Sidik Harefa, S.Pd.I.
menjelaskan bahwa pergeseran momen pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj bukan
dimaksudkan untuk mengurangi makna dan nilai peristiwa tersebut. Sebaliknya,
kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan arahan pemerintah,
memperhatikan aspek sosial dan kondisi masyarakat, serta mempertimbangkan kemaslahatan umat agar peringatan Isra
Mi’raj dapat dilaksanakan secara tertib, khidmat dan penuh makna, tanpa
menimbulkan polemik maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Kepala KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RRI Gunungsitoli atas peran aktif media sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam menyampaikan informasi keagamaan. Ia menilai kehadiran media sangat penting dalam menghadirkan pemberitaan yang akurat, objektif dan menyejukkan, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan benar terkait isu-isu keagamaan.
Melalui wawancara
ini, KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara
berharap masyarakat semakin memahami substansi dari peringatan Isra
Mi’raj Nabi Muhammad SAW., serta tetap menjadikannya sebagai momentum refleksi spiritual untuk
meningkatkan iman, takwa dan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari, baik
secara personal maupun sosial. (DIH)