PW. APRI Sumsel (Banyuasin), Sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Sembawa Kabupaten Banyuasin yang baru
dilantik Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Desember 2025 yang lalu, H Musyawir
M S.Ag MH mulai melaksanakan program-program kerjanya di KUA Sembawa, salah
satunya menghidupkan dan Optimalisasi Rumah Ibadah (Masjid & Mushola) dalam
Wilayah Kecamatan Sembawa. Kamis, 12/02/2026, dengan meresemikan nama "Mushollah Syaiful Anwar" yang
berada di lingkungan KUA Kecamatan Sembawa.
Adapun penamaan "Mushollah Syaiful Anwar" terinspirasi dari dua nama pendiri mushollah sebelumnya, dimana peletakan
batu pertama pembangunan mushollah dimulai pada saat Kepala KUA Sembawa dijabat Dedi Syahputra,
S.Sos.I, M.Si dan selesai pembagunan
pada saat Drs. H. Anwar, MH. Selanjutnya H. Musyawir M S.Ag MH selaku pengemban
Amanah selanjutnya memiliki kewajiban meneruskan estafet kepemimpinan di KUA
Sembawa yang telah dirintis pendahulu sebelumnya.
“Nama Syaiful diambil dari nama orang tua Dedi Syahputra, S.Sos.I, M.Si, sebagai ungkapan khikmat
dan bakti seorang anak pada orang tuanya,
sedangkan nama Anwar diambil dari nama Drs. H. Anwar, MH sehingga nama Mushollah
di KUA Sembawa diberi nama “Musholla Syaiful Anwar”, dengan adanya nama ini mudah-mudahan amal jariyah terus
mengalir dan kita akan terus mengenang pendiri musholla ini. Selanjutnya tugas kita
untuk sama-sama memakmurkannya dengan cara menjadikan musollah ini pusat ibadah dan kegiatan sosial”. Ungkap Kepala
KUA Sembawa
Setelah memberikan
nama Kepala KUA Sembawa menyerahkan Bantuan Satu Set Sound sistem (Amplifier,
Membran, dan Microphone) untuk dijadikan sebagai alat pengeras suara pada saat
azdzan dikumandangkan, bantuan tersebut langsung diterima Deden Herbiono salah
seorang masyarat disitar mushollah yang diberi tanggungjawab mengelola kemakmuran
Musholla Syaiful Anwar.
“Musholla
ini menjadi pusat sarana Ibadah sholat 5 waktu, kajian-kajian islami dan
Pembinaan Keagamaan yang terbuka untuk umum baik masyarakat sekitar, Penghulu, Penyuluh Agama maupun tamu KUA
Sembawa, dengan catatan tetap menjaga kebersihan dan kerapian mushollah”. Tutup
H. Musyawir. (Md)