PW. APRI Sumsel (Muara Enim), – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim menyampaikan Tausiyah Ramadhan Ba’dah Zuhur yang diadakan Persero Terbatas Bukit Asam (PT.BA), persero.tbk. Selasa, 10/03/2026 kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung Utama Bukit Asam (GU.BA) yang dihadiri langsung General Manager (GM) CSR. PT.BA persero. Tbk. H. Mutafa Kamal dan sekitar 150 an karyawan/karyawati PT. BA GU.BA.
Kegiatan tausiyah ba’dah zuhur diawali dengan
shalat zuhur secara berjamaah yang diimami H. Midi, tausiyah ramadahan, tanya
jawab dan doa.
H. Midi Kepala KUA Benakat saat menyampaikan
tausiyah dengan tema Relasi Ihklas dan Puasa dengan menyampaikan sebuah hadits qudsi.
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ
اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا
أَجْزِي بِهِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata,
Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal
anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
“Belajar ikhlas dalam berpuasa Merupakan
inti ibadah Ramadan, yaitu menahan lapar, haus, dan hawa nafsu
semata-mata mengharap ridha Allah. Ikhlas berarti memurnikan niat, terhindar
dari perilaku riya (pamer), dan menyembunyikan amalan baik. Puasa menjadi sarana
terbaik melatih keikhlasan karena puasa merupakan ibadah batin yang hanya diketahui
oleh Allah dan diri sendiri. Dengan ikhlas, puasa tidak hanya sekadar
menahan lapar, tetapi menjadi momentum meningkatkan kualitas Iman, memperbaiki niat dan membersihkan hati
dari sifat2 tercelah yang dapat menjauhkan diri dari keridhaan Allah SWT, Ada beberapa
hal penting yang harus dilakukan agar kita dapat dengan ikhlas saat berpuasa: jadikan Ikhlas sebagai
pondasi ibadah, menghindari Riya dalam beribadah, melatih kesabaran dalam puasa,
menyembunyikan Amal selama Ramadhan dan fokus pada
Akhirat”. Demikian potongan tausiyah H. Midi
Pada saat tanya-jawab salah seorang karyawan PT. BA
Mulyadi menanyakan “Bagaimana cara menjadikan ihlas seebagai pondasi dalam
beribadah ?”. Tanya Mulyadi
Menanggapi pertanyaan tersebut Kepala KUA mengutip
Quran Surat Al-Baiyyina ayat 5 :
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا
اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ
وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ٥
"Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus."
“Makna utamanya adalah perintah untuk beribadah dan berdoa hanya kepada Allah SWT secara ikhlas, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, Beribadah hanya untuk Allah tanpa kesyirikan.” Tegas H. Midi
Sementara
itu H. Mustafa Kamal GM CSR. PT.BA persero. Tbk kepada Humas PW. APRI Sumsel mengatakan “kegiatan
tausiyah Ramadhan ini merupakan khusus bagi karyawan PT.BA yang merupakan langkah
strategis yang dilakukan oleh managemen PT. BA dalam Pendidikan mental karyawan/karyawatinya,
dan kegiatan ini diwajibkan sebagai bentuk tanggungjawab pembinaan, kegiatan
ini kita lakukan selama bulan Ramadhan dengan penceramah-penceramah dari luar karyawan
PT. BA. Sementara itu adalah kegiatan lain yang diperuntukkan bagi masyarakat
ring 1 PT. BA seperti safari Ramadhan, safari jumat, pengajian rutin, kajian keagamaan,
berbagi sembako dan bantuan lainnya bagi kaum dhuafa”. Ungkap Mustafa (Md)