Pancur Batu (Humas KUA) β Dalam rangka memperkuat pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama serta mendukung gerakan nasional moderasi beragama, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, memimpin Rapat Koordinasi dengan seluruh staf dan penyuluh, bertempat di Aula KUA Kecamatan Pancur Batu pada Selasa, (11/10).
Rapat ini dihadiri oleh jajaran pelaksana dan tenaga fungsional KUA, yaitu Khoiriyah Nurul Abdulloh, S.Pd (Penyuluh Agama Islam), Perdamenta br Ginting, M.PAK (Penyuluh Agama Kristen), Boby Marfansyah Maduwu, S.H (Penghulu), serta Irwan, S.Pd.I (Penata Layanan Operasional). Seluruh peserta rapat terlibat aktif dalam membahas strategi dan langkah implementatif menuju pembentukan Kampung Moderasi Beragama di wilayah Kecamatan Pancur Batu.
Dalam
arahannya, Ilyas menegaskan bahwa pembentukan Kampung Moderasi Beragama bukan
sekadar program seremonial, melainkan gerakan nyata yang harus segera
diimplementasikan di tingkat masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi
lintas unsur KUA β mulai dari penyuluh, penghulu, hingga staf pelayanan β untuk
bersama-sama menggerakkan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai moderasi
beragama.
βKampung
Moderasi Beragama adalah cerminan dari wajah toleransi, kebersamaan, dan
kerukunan masyarakat. KUA harus menjadi garda terdepan dalam memberikan teladan
dan memastikan nilai-nilai itu hidup di tengah masyarakat Pancur Batu,β ujar Ilyas dengan tegas.
Beliau juga mengingatkan bahwa KUA sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tingkat kecamatan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai agama yang menyejukkan, memperkuat kerukunan umat, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kemanusiaan dan kebangsaan. Dengan demikian, program Kampung Moderasi Beragama harus dikelola secara terencana, sistematis, dan berdampak nyata.
Rapat ini menjadi langkah nyata pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama, delapan program strategis yang menjadi arah kebijakan seluruh jajaran Kemenag. Beberapa poin penting Asta Protas yang ditekankan dalam rapat antara lain : Penguatan Moderasi Beragama β menjadi landasan utama dalam pembentukan Kampung Moderasi yang menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan atas nama agama.
Peningkatan Kerukunan
Umat Beragama dan Cinta Kemanusiaan β diwujudkan melalui kegiatan lintas iman,
gotong royong sosial, dan pembinaan masyarakat yang inklusif. Peningkatan
Kualitas Layanan Keagamaan yang Berdampak β memastikan bahwa setiap pelayanan,
bimbingan, dan penyuluhan agama di wilayah kerja KUA memiliki efek positif
terhadap kesejahteraan dan keharmonisan sosial.
Ilyas menambahkan bahwa nilai-nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan iβtidal (keadilan) harus menjadi jiwa dalam setiap kegiatan KUA, baik di bidang pelayanan nikah, penyuluhan, maupun kegiatan sosial keagamaan lainnya. Ia berharap para penyuluh agama dari berbagai agama dapat bersinergi dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup damai dan saling menghormati.
Dalam
kesempatan tersebut, Khoiriyah Nurul Abdulloh sebagai Penyuluh Agama Islam dan Perdamenta
br Ginting, sebagai Penyuluh Agama Kristen juga memberikan pandangan tentang
strategi membangun kerukunan melalui pendekatan keagamaan yang humanis.
Keduanya sepakat bahwa kampung moderasi tidak hanya menonjolkan aspek keagamaan formal, tetapi juga menumbuhkan nilai sosial kemanusiaan seperti gotong royong, kepedulian, dan solidaritas antarwarga. Dengan kolaborasi lintas penyuluh dan lembaga, diharapkan Pancur Batu dapat menjadi contoh nyata wilayah yang harmonis dan religius.
Rapat
koordinasi ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain:
- Penentuan
desa atau kelurahan yang akan menjadi pilot project Kampung Moderasi
Beragama di Pancur Batu.
- Penyusunan
program pembinaan lintas agama, pelatihan toleransi, serta kegiatan sosial
bersama masyarakat.
- Pembentukan
tim pelaksana kampung moderasi yang terdiri dari unsur KUA, tokoh agama,
dan perwakilan masyarakat.
Ilyas
menutup rapat dengan pesan motivatif agar seluruh staf KUA bekerja dengan
semangat pengabdian dan profesionalisme. βKita tidak hanya bertugas melayani
urusan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Itulah makna sejati dari Moderasi Beragama,β tutupnya.
Dengan
terlaksananya rapat koordinasi ini, KUA Pancur Batu menegaskan komitmennya
untuk menjadi pelopor terdepan dalam implementasi Kampung Moderasi Beragama di
Kabupaten Deli Serdang. Diharapkan program ini dapat memperkuat harmoni
antarumat, menumbuhkan kesadaran beragama yang seimbang, serta mewujudkan
masyarakat Pancur Batu yang rukun, toleran, dan berakhlak mulia sesuai dengan
semangat Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.