Jelang MTQ ke-55 Kampar: Kepala KUA Tambang Rahmad Lepas Kafilah, Nursal Dampingi Pejuang Al-Qur’an

Kampar (Humas) Momen haru dan penuh semangat mewarnai pelepasan resmi Kafilah Kecamatan Tambang yang akan berlaga pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar. Kafilah secara resmi dilepas oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tambang, Rahmad, untuk bertolak dan berjuang membawa nama harum kecamatan di ajang bergengsi tersebut, Sabtu, 10/10/2026

Pelepasan ini menjadi penanda dimulainya langkah para pejuang Al-Qur’an Kecamatan Tambang sebelum perhelatan resmi MTQ ke-55 Kabupaten Kampar dibuka. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak menyelimuti seluruh jajaran pelatih, official, dan peserta yang siap memberikan kemampuan terbaik mereka.

Dalam barisan pendamping, hadir Nursal yang mengemban amanah sebagai Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tambang sekaligus Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Islam (IPARI) Kabupaten Kampar. Ia memilih turun langsung bertindak sebagai official sekaligus pelatih untuk mengawal persiapan, mental, dan kebutuhan para Qari dan Qari’ah dari Kecamatan Tambang.

Dalam arahannya saat melepas kontingen, Kepala KUA Kecamatan Tambang, Rahmad, menyampaikan apresiasi mendalam serta pesan-pesan menyejukkan bagi seluruh anggota kafilah. Ia mengingatkan bahwa keberangkatan para peserta bukan sekadar membawa misi kompetisi, melainkan membawa amanah syiar Islam dan nama baik masyarakat Kecamatan Tambang.

Rahmad berharap para Qari dan Qari’ah dapat menjaga kesehatan, kekompakan, serta fokus selama berada di arena perlombaan. Ia menegaskan agar para peserta selalu meluruskan niat, melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh keikhlasan, dan menjadikan ajang ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dukungan moral dan doa dari keluarga besar KUA Kecamatan Tambang serta masyarakat luas mengiringi keberangkatan kontingen, memberikan dorongan kepercayaan diri yang kuat bagi para peserta jelang mulainya kompetisi.

Bagi Nursal, peran mendampingi para peserta jelang hingga saat pelaksanaan MTQ adalah sebuah kemuliaan. Ia menegaskan filosofi mendasar tentang keberadaan para pendamping dan pelatih di ajang ini.

“Kita ini pada hakikatnya adalah pelayan bagi para sahabat Al-Qur’an, yaitu para Qari dan Qari’ah. Tugas utama kita adalah mendampingi, melayani, membimbing, dan memberikan dukungan terbaik kepada mereka yang akan berjuang mengagungkan kalam Allah di panggung MTQ. Semoga melalui kecintaan dan pengabdian yang tulus ini, kelak kita semua mendapatkan syafaat Al-Qur’an pada hari kiamat,” ungkap Nursal.



Bagikan Artikel