Pancur Batu, (Humas). Agenda hari ini menjadi momentum penting bagi Kantor Urusan Agama Kecamatan Pancur Batu dalam menguatkan pemahaman ekoteologi kepada calon pengantin (catin). Bertempat di halaman kantor, kegiatan penanaman pohon dilaksanakan sebagai simbol komitmen menuju keluarga yang tidak hanya harmonis secara spiritual, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, Rabu (19/11).
Program
penanaman pohon ini merupakan implementasi dari Asta Protas Kementerian Agama,
khususnya pada aspek penguatan ekoteologi dan kepedulian lingkungan. Melalui
kegiatan ini, KUA Pancur Batu ingin menginternalisasikan bahwa ajaran agama
mendorong pemeliharaan alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral
seorang hamba. Ekoteologi bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi perilaku
nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam
arahannya, Ilyas menekankan bahwa membina rumah tangga bukan hanya persoalan
mengatur hubungan suami istri, tetapi juga bagaimana keluarga memiliki
kesadaran ekologis yang baik. Keluarga yang peduli pada lingkungan akan
membentuk generasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Penanaman pohon ini
sekaligus menjadi simbol bahwa setiap keluarga baru diharapkan turut memberikan
kontribusi terhadap keberlanjutan alam.
Para
catin tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Selain belajar tentang pembinaan
keluarga sakinah, mereka juga mendapatkan pemahaman baru bahwa menjaga bumi
merupakan bagian dari nilai-nilai agama. Dengan menanam pohon di lingkungan
KUA, para catin diharapkan dapat membawa semangat cinta lingkungan ini hingga
ke rumah tangga masing-masing.
KUA
Pancur Batu juga berkomitmen untuk menjadikan kegiatan bertema ekologi sebagai
agenda berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kemenag yang terus
mendorong layanan keagamaan yang berdampak, ramah lingkungan, dan mendukung
terciptanya masyarakat yang moderat serta peduli terhadap keberlangsungan
hidup.
Melalui kegiatan ini, diharapkan KUA
Pancur Batu tidak hanya menjadi pusat layanan keagamaan, tetapi juga menjadi
pelopor gerakan hijau di tengah masyarakat. Penanaman pohon oleh catin ini
menjadi simbol awal perjalanan keluarga baru yang membawa semangat kebaikan,
keberlanjutan, dan kepedulian terhadap alam.