Jakarta, (Humas). Peluncuran
buku Insan Pendidikan Penjaga Masa Depan karya Dr. Ismail, S.Sos.,
M.Pem.I dan Rivai A.R. Dani, S.H menjadi salah satu momentum penguatan budaya
literasi dan pengembangan pemikiran pendidikan dalam kegiatan yang berlangsung
pada Rabu, (21/10) di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
ย
Kehadiran buku tersebut
membawa pesan penting tentang tanggungjawab insan pendidikan dalam menentukan
arah masa depan bangsa. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian
akademik, tetapi juga memiliki misi membangun karakter, menanamkan nilai-nilai
kemanusiaan serta melahirkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.
ย
Melalui karya kolaboratif
ini, kedua penulis mengajak masyarakat untuk melihat kembali posisi strategis
insan pendidikan dalam perjalanan pembangunan bangsa. Guru, tenaga
kependidikan, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan merupakan
bagian penting dari proses menjaga keberlanjutan peradaban.
ย
Dr. Ismail, S.Sos.,
M.Pem.I penulis sekaligus Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta memaparkan
bahwa di tengah kekayaan multikultural bangsa ada pula tantangan peradaban
bangsa, diantaranya NARKOTIKA, Korupsi, Seks Bebas, Asusila hingga Perilaku
Terorisme yang mewabah kepada generasi hari ini. Modal awal insan pendidikan
untuk memerangi hal tersebut adalah dengan mengenali potensi diri, mengenal
Allah, mengenal dunia dan mengetahui tujuan hidup. Sebab, kondisi saat ini
sedang pada fase krisis keteladanan. Teladan yang ideal adalah Rasulullah SAW. Sebagaimana
Michael Hart dalam bukunya The 100 A Rangking of The Most Influential Persons
in History menempatkan Nabi Muhammad SAW berada pada posisi pertama, melampaui
tokoh inspiratif yang lain, pungkasnya.
ย
Judul Insan Pendidikan
Penjaga Masa Depan merepresentasikan sebuah gagasan bahwa masa depan bangsa
tidak dapat dilepaskan dari kualitas manusia yang mengelola dan menjalankan
pendidikan hari ini. Insan pendidikan tidak boleh hanya menjadi penonton
perubahan, mereka harus mengambil peran aktif sebagai penggerak pembaharuan,
penjaga nilai sekaligus pelopor lahirnya generasi masa depan yang berilmu dan
berkarakter.
ย
Rivai A.R. Dani, S.H penulis
dan juga selaku Sekretaris PC APRI Tapanuli Tengah menyampaikan bahwa Insan
Pendidikan adalah Arsitek Peradaban di masa depan. Merujuk dari buku bagian pertama
pendidikan karya Ki Hajar Dewantara bahwa sinergitas Tri Pusat Pendidikan menjadi
penentu dalam proses pendidikan itu sendiri, sebab keluarga, sekolah dan
masyarakat memiliki tugas yang sama dalam membentuk karakter manusia. Masa depan
bangsa sedang dibentuk hari ini, seperti apa 10 atau 20 tahun kedepan kita
lihat bagaimana potret pemuda hari ini. Kebiasaan sehari-hari dan cyrcle
yang dibangun generasi hari ini akan menjadi penentu pemimpin seperti apa di
masa depan, tegasnya.
ย
Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto
bersama dengan perwakilan dari Lemhannas RI, PT. Antam (Persero) Tbk, Civitas
Akadamemika UMJ dan Mahasiswa yang berhadir. (RA).