Pererat Pembinaan Keagamaan, Penyuluh dan Pegawai KUA Pamatang Silima Huta Gelar Bakar Ikan Bersama Anak-Anak Mengaji

Pamatang Silima Huta (Humas) Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat belajar agama bagi generasi muda Muslim di wilayah minoritas, Penyuluh Agama Islam bersama Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pamatang Silimahuta menggelar kegiatan bakar ikan bersama anak-anak yang mengikuti kegiatan mengaji.

Kegiatan tersebut melibatkan Penyuluh Agama Islam Abdullah Sani Lubis, S.H., bersama pegawai KUA Ilhamuddin, S.Pd., dan Tri Rohayani Nasution. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan yang dikemas secara sederhana tersebut.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendekatan pembinaan keagamaan melalui interaksi sosial dan pendekatan kemasyarakatan. Terlebih, anak-anak yang belajar mengaji di lingkungan dengan jumlah masyarakat Muslim yang relatif sedikit membutuhkan perhatian, pendampingan, dan motivasi agar tetap bersemangat dalam mempelajari Al-Qur'an.



Kepala KUA Kecamatan Pamatang Silimahuta, Hamidi Asgori Lubis, S.H., menyampaikan bahwa keberadaan KUA tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi pencatatan nikah dan rujuk, tetapi juga memiliki tugas dalam memberikan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembinaan keagamaan perlu dilakukan dengan berbagai pendekatan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Melalui peran Penyuluh Agama Islam, KUA diharapkan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur'an bagi generasi muda.

Lebih dari sekadar makan bersama, kegiatan bakar ikan ini menjadi sarana menanamkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan semangat belajar agama. KUA Pamatang Silimahuta berharap kegiatan semacam ini dapat terus memperkuat hubungan antara penyuluh, pegawai KUA, dan masyarakat serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur'an.

Sebab, membina umat bukan hanya tentang menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, membangun kedekatan, dan memastikan tidak ada anak yang kehilangan semangat untuk belajar agama, meskipun tumbuh di tengah lingkungan minoritas. (HAL)ย 

Bagikan Artikel