LAMPUNG TIMUR (Humas) β Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam mengagendakan kegiatan penilaian KUA kategori kantor paling bersih dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Tahun 2027.
Agenda tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Lampung Timur, H. Deswin Fitra, S.Ag., M.M., sebagai tindak lanjut dari perhatian dan arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Dr. H. Rokhman, M.Si., terhadap pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, asri, dan indah.
Menurut H. Deswin Fitra, penilaian KUA terbersih ini tidak semata-mata dimaksudkan sebagai ajang kompetisi antarkantor, tetapi menjadi sarana membangun kesadaran kolektif seluruh jajaran KUA untuk menjaga kebersihan, menata lingkungan, serta meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa kebersihan dan keindahan kantor merupakan bagian dari wajah pelayanan Kementerian Agama. Lingkungan kerja yang tertata, nyaman, dan sehat akan memberikan kesan positif sekaligus menciptakan suasana pelayanan yang lebih kondusif bagi masyarakat.
Program ini juga diharapkan mendorong setiap KUA untuk memperhatikan berbagai aspek lingkungan kantor, mulai dari kebersihan ruang pelayanan, ruang konsultasi, halaman, taman, penataan arsip, fasilitas sanitasi, hingga akses masuk kantor.
Sejalan dengan arahan Kepala Kemenag Lampung Timur, seluruh Kepala KUA diharapkan dapat menggerakkan pegawai masing-masing untuk membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Upaya tersebut hendaknya tidak hanya dilakukan menjelang penilaian, tetapi menjadi kebiasaan dan komitmen berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui agenda penilaian KUA terbersih dalam rangka HAB Kementerian Agama Tahun 2027, Kemenag Lampung Timur berharap terwujud lingkungan kantor yang bersih, sehat, asri, dan indah, sekaligus mendukung transformasi pelayanan publik yang profesional, nyaman, dan humanis.
Dengan demikian, semangat Hari Amal Bakti tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui perubahan nyata dalam budaya kerja dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.