“Satukan Persepsi dan Perkuat Profesionalitas, APRI Lombok Timur Gelar FGD Isu Kepenghuluan Terkini”

APRI Lombok Timur Gelar FGD, Bahas Isu-Isu Kepenghuluan Terkini

LOMBOK TIMUR – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kabupaten Lombok Timur menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat–Sabtu, 30–31 Oktober 2026, bertempat di Bale Kebon, Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Mengusung tema “Menjawab Isu-Isu Kepenghuluan Terkini”, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para penghulu untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi terhadap berbagai dinamika dan tantangan dalam pelaksanaan tugas kepenghuluan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H. Sulhi, M.Pd., Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Lalu Miptahussurur, Ketua APRI Wilayah Nusa Tenggara Barat, Suparlan, S.HI., Ketua APRI Cabang Lombok Timur, Dr. H. Ahmad Fathonah, serta seluruh penghulu di lingkungan Kabupaten Lombok Timur.

Kehadiran jajaran pimpinan Kementerian Agama dan pengurus APRI tersebut menjadi wujud dukungan terhadap penguatan profesionalitas penghulu sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Melalui forum diskusi ini, para penghulu diberikan ruang untuk mengidentifikasi berbagai persoalan aktual, menyampaikan pandangan, serta mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam menjawab isu-isu kepenghuluan. Berbagai tantangan yang berkaitan dengan regulasi, administrasi pencatatan nikah dan rujuk, pengembangan kompetensi, serta dinamika pelayanan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya penguatan profesi penghulu.

Kegiatan FGD ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kesamaan persepsi, memperkuat solidaritas organisasi, dan meningkatkan koordinasi antar-penghulu di Kabupaten Lombok Timur.

APRI sebagai organisasi profesi diharapkan terus menjadi wadah komunikasi, pengembangan kompetensi, advokasi, serta perjuangan aspirasi penghulu. Dengan demikian, penghulu tidak hanya dituntut menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu menjadi pembimbing, pendamping, dan pemberi solusi terhadap berbagai persoalan keluarga dan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, APRI Lombok Timur meneguhkan komitmen untuk terus mendorong lahirnya penghulu yang profesional, berintegritas, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.


FGD bukan sekadar ruang diskusi, tetapi ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat komitmen, dan melahirkan solusi.

APRI Bergerak, Penghulu Berdampak!

Kontributor:Humas APRI NTB


Bagikan Artikel