Medan, (Humas). Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia terhadap Kantor Urusan Agama (KUA) dan rumah ibadah yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara dan Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua PW APRI Sumatera Utara, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.Ikom, dalam kegiatan penyerahan Bantuan Tahap II Ditjen Bimas Islam Kemenag RI untuk Masjid dan Musholla Terdampak Bencana Alam di Sumatera Utara dan Aceh, yang dirangkai dengan Pembinaan ASN tentang Isu-Isu Strategis dan Aktual Kebimasislaman Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026), dan dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag., Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., serta jajaran pejabat Kementerian Agama.
Turut hadir Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Dr. H. Arsyad Hidayat, Lc., M.A., Kabag TU Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin, Kabid Urais Kanwil Kemenag Sumut Sakoanda Siregar, Kabid Penais Kanwil Kemenag Sumut Zulfan Efendi, perwakilan Kanwil Kemenag Aceh, Kakankemenag Aceh Tamiang, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dari Medan, Langkat, Binjai, Deli Serdang, dan Batubara.
Kegiatan tersebut juga diikuti para Kepala KUA se-Sumatera Utara dan anggota APRI Provinsi Sumatera Utara, termasuk para penghulu yang tergabung dalam APRI Cabang Kota Medan, APRI Cabang Deli Serdang, APRI Kota Binjai, APRI Langkat, dan APRI Batubara.
Ketua PW APRI Sumut, H. Yakhman Hulu, menyampaikan bahwa pemberian bantuan bagi rumah ibadah terdampak bencana merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah terdampak.
Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan, penguatan solidaritas dan aktivitas sosial masyarakat. Karena itu, pemulihan rumah ibadah pascabencana menjadi bagian penting dari proses pemulihan kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
“PW APRI Sumut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI atas perhatian dan dukungan yang diberikan bagi rumah ibadah terdampak bencana. Bantuan ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan pascabencana,” ujar Yakhman.
Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag. di Sumatera Utara dalam rangka penyerahan bantuan sekaligus pembinaan ASN. Menurutnya, kehadiran pimpinan pusat memberikan pesan penting bagi jajaran KUA dan penghulu bahwa pelayanan keagamaan harus tetap berjalan, bahkan dalam situasi yang penuh keterbatasan.
“Bagi kami para penghulu, perhatian seperti ini memberikan energi dan motivasi. KUA merupakan garda terdepan pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan. Ketika KUA maupun fasilitas keagamaan di sekitarnya terdampak bencana, tentu diperlukan dukungan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti,” katanya.
Penghulu Didorong Menjadi Penggerak Ekoteologi
Selain memberikan apresiasi atas bantuan, PW APRI Sumut juga menyambut baik pesan Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag. mengenai pentingnya pendekatan ekoteologi dalam menghadapi persoalan lingkungan dan bencana.
Dalam arahannya, Abu Rokhmad menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik dan teknologi. Perubahan perilaku manusia dalam memperlakukan alam menjadi bagian penting untuk mencegah kerusakan lingkungan dan bencana di masa mendatang.
Dirjen Bimas Islam juga mendorong Kepala KUA, penghulu dan penyuluh agama untuk menginternalisasi gerakan ekoteologi melalui tindakan nyata, mulai dari pengelolaan sampah, penanaman pohon, menjaga lingkungan KUA dan keluarga, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat agar aktivitas ekonomi tidak merusak lingkungan.
PW APRI Sumut menilai pesan tersebut sangat relevan dengan tugas penghulu yang tidak hanya berkaitan dengan pelayanan pencatatan pernikahan, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Pesan ekoteologi yang disampaikan Pak Dirjen sangat penting untuk diterjemahkan menjadi gerakan nyata oleh para penghulu. Nilai-nilai agama harus hadir dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga alam. Ini bisa dimulai dari lingkungan KUA dan kemudian diperluas melalui pembinaan kepada masyarakat,” jelas Yakhman.
APRI Siap Bersinergi dalam Penguatan Pembinaan Masyarakat
Selain isu lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang penguatan kapasitas ASN dalam merespons berbagai isu strategis kebimasislaman, termasuk fenomena penurunan angka pencatatan pernikahan secara nasional serta munculnya narasi negatif mengenai perkawinan di kalangan generasi muda.
PW APRI Sumut menyambut baik perhatian tersebut dan menilai penghulu bersama penyuluh agama perlu mengambil peran lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya membangun keluarga melalui perkawinan yang sehat, matang dan bertanggung jawab.
“Penghulu harus mampu membaca perubahan sosial. Kita tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang ke KUA. Penghulu juga harus hadir memberikan edukasi dan pembinaan, terutama kepada generasi muda, agar mereka memiliki pemahaman yang utuh tentang perkawinan dan kehidupan keluarga,” ungkapnya.
Yakhman menegaskan bahwa PW APRI Sumut siap memperkuat sinergi dengan Ditjen Bimas Islam dan Kanwil Kemenag Sumatera Utara dalam menjalankan berbagai program pembinaan masyarakat.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap KUA dan rumah ibadah terdampak bencana dapat terus dilanjutkan sehingga fasilitas pelayanan keagamaan yang mengalami kerusakan dapat segera dipulihkan.
“Kami berharap dukungan seperti ini tidak hanya menjadi bantuan fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi para penghulu untuk terus hadir melayani masyarakat. APRI Sumut siap bersinergi dan mengambil bagian dalam setiap upaya memperkuat pelayanan keagamaan dan pembinaan masyarakat,” pungkasnya.
Kehadiran Ketua PW APRI Sumut bersama jajaran pengurus serta para penghulu dari berbagai cabang, yakni APRI Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat dan Batubara, menjadi bagian dari komitmen keluarga besar penghulu Sumatera Utara untuk terus memperkuat solidaritas, pelayanan dan kontribusi dalam kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk dalam menghadapi situasi pascabencana.
(Penulis : M Hisyam. Dokumentasi : Humas Kanwil Kemenag Sumut)