MAKASSAR, 26 OKTOBER 2026
β Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Sulawesi
Selatan menggelar rapat koordinasi pada Senin, 26 Oktober 2026. Rapat ini
membahas sejumlah agenda strategis, meliputi konsolidasi kepengurusan, program
prioritas masing-masing bidang, serta persiapan Rapat Koordinasi Wilayah
(Rakorwil).
Rapat dipandu langsung oleh
Sekretaris PW APRI Sulawesi Selatan ( Ahmad Jazil,S.Th.I., M.Pd.) dengan
menggarisbawahi tiga agenda utama, yakni penyempurnaan kepengurusan, penguatan
program kerja bidang, dan koordinasi wilayah sebagai upaya meningkatkan
efektivitas organisasi serta profesionalitas penghulu.
Ketua PW APRI Sulsel ( H.
Abd. Rahman, S.Ag.MA ) Tekankan Penguatan Organisasi dan Profesionalitas
Penghulu
Dalam arahannya, Ketua PW APRI
Sulawesi Selatan menegaskan bahwa penyempurnaan struktur kepengurusan telah
lama diagendakan dengan mempertimbangkan sejumlah hal, di antaranya adanya
pengurus yang mengundurkan diri serta pengurus yang tidak lagi aktif mengikuti
pertemuan organisasi.
Menurutnya, pembenahan struktur
kepengurusan tidak hanya bertujuan memperkuat efektivitas kerja pengurus saat
ini, tetapi juga menjadi landasan yang lebih baik bagi kepengurusan
selanjutnya.
Ketua PW APRI Sulsel juga
menekankan pentingnya pelaksanaan rapat koordinasi secara rutin setiap bulan.
Selain itu, setiap bidang diharapkan menyusun dan melaksanakan kajian tematik
sebagai bentuk pengembangan wawasan, peningkatan kompetensi, serta penguatan
kontribusi organisasi terhadap profesi kepenghuluan.
Program Kajian Kitab Kuning
Tematik juga direncanakan untuk kembali dilaksanakan sebagai salah satu
kegiatan penguatan keilmuan dan pendalaman khazanah keislaman bagi para
penghulu.
Terkait pelaksanaan Rakorwil,
pembahasan komisi diharapkan berorientasi pada penyusunan instrumen kerja
masing-masing bidang. Instrumen tersebut diperlukan untuk mengukur capaian
kinerja secara lebih terarah dan terukur. Penilaian kinerja penghulu, menurut
Ketua PW APRI Sulsel, tidak cukup hanya didasarkan pada dokumentasi kegiatan,
tetapi harus didukung oleh instrumen kerja yang jelas, terukur, dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan
bahwa tugas penghulu tidak sebatas melakukan pencatatan pernikahan. Penghulu
juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendampingan dan memastikan
proses pelayanan serta pelaksanaan akad nikah berjalan dengan baik.
Setiap penghulu pun diharapkan
memahami secara menyeluruh tata cara pelaksanaan akad nikah, termasuk tahapan
awal sebelum ijab kabul dilaksanakan, sehingga prosesi berlangsung tertib,
tepat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua
PW APRI Sulsel turut menyampaikan rencana dukungan fasilitasi anggaran sebesar
Rp50 juta melalui Direktorat Jenderal. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu
dekat akan diagendakan rapat konsolidasi dan koordinasi antara PW APRI dan
seluruh Pengurus Cabang (PC APRI) se-Sulawesi Selatan.
Untuk memperkuat publikasi dan
penyebarluasan informasi organisasi, diperlukan pula admin khusus yang
menangani media sosial dan pemberitaan agar kegiatan serta kontribusi APRI
dapat terdokumentasi dan diketahui masyarakat secara lebih luas.
Masukan Bidang: Penguatan
Kajian, Publikasi, dan Pengembangan SDM
Dalam sesi penyampaian masukan,
sejumlah ketua bidang menyampaikan gagasan dan rekomendasi untuk meningkatkan
efektivitas pelaksanaan program kerja PW APRI Sulawesi Selatan.
Pertama, penguatan publikasi
organisasi melalui berita daring, flyer, dan media sosial perlu lebih
digiatkan. Publikasi yang konsisten diharapkan mampu memperluas jangkauan
informasi, memperkenalkan program-program APRI, serta meningkatkan eksistensi
organisasi di tengah masyarakat.
Kedua, kajian hukum yang
sebelumnya telah dilaksanakan perlu dilanjutkan secara berkesinambungan.
Frekuensi kegiatan yang selama ini direncanakan minimal satu kali setiap
semester dapat dipertimbangkan untuk ditingkatkan menjadi satu kali setiap
triwulan atau bahkan setiap bulan, sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan
masing-masing bidang.
Ketiga, program pengembangan
sumber daya manusia, termasuk kegiatan Penghulu Selasa Mengaji (PSM),
diharapkan terus berjalan secara rutin setiap bulan. Kegiatan tersebut menjadi
salah satu sarana untuk meningkatkan wawasan keagamaan, memperkuat kompetensi,
serta membangun kebersamaan di antara para penghulu.
Keempat, muncul gagasan
penyusunan buku sejarah kepenghuluan di Sulawesi Selatan. Penulisan buku ini
diharapkan dapat menelusuri perjalanan sejarah kepenghuluan sejak masa
kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi Selatan hingga perkembangan kelembagaan dan
profesi penghulu pada masa sekarang.
Kelima, PW APRI Sulsel diharapkan
semakin hadir dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat melalui kegiatan
edukasi, pelayanan keagamaan, publikasi, serta berbagai program yang berkaitan
dengan penguatan keluarga dan kehidupan keagamaan.
Selain itu, disampaikan pula
usulan penyusunan e-book tentang kepenghuluan yang dapat menjadi
referensi bagi para penghulu. Salah satu materi penting yang perlu diperhatikan
adalah penyamaan pemahaman dan keseragaman tata cara serta lafaz ijab kabul
dalam pelaksanaan akad nikah, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum Islam
dan peraturan yang berlaku.
Menuju APRI Sulsel yang
Profesional dan Berdampak
Rapat koordinasi ini menjadi
momentum penting bagi PW APRI Sulawesi Selatan untuk memperkuat konsolidasi
internal, menyelaraskan program kerja, serta membangun sistem organisasi yang
lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui koordinasi rutin, kajian tematik, pengembangan instrumen kerja, peningkatan kompetensi, dan penguatan publikasi, PW APRI Sulsel diharapkan mampu mendorong terwujudnya penghulu yang profesional, berintegritas, serta memiliki kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus, APRI Sulawesi Selatan diharapkan semakin solid sebagai wadah pengembangan profesi penghulu sekaligus mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan pencatatan nikah, pendampingan keluarga, dan pembinaan kehidupan keagamaan di Sulawesi Selatan. (arm)