Muharram: Momentum Meningkatkan
Ketakwaan kepada Allah SWT
Ma'asyiral
Muslimin Rahimakumullah,
Marilah
kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan bukan hanya
diwujudkan dalam banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga tercermin
dalam sikap hidup yang selalu berusaha menaati perintah Allah dan menjauhi
segala larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan,
sekaligus ukuran kemuliaan seorang hamba di sisi Allah.
Allah
Swt. berfirman:
ููุง
ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุงุชูููููุง ุงูููููู ุญูููู ุชูููุงุชููู ููููุง ุชูู
ููุชูููู
ุฅููููุง ููุฃูููุชูู
ู ู
ูุณูููู
ูููู
"Wahai
orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa
kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali 'Imran: 102).
Jamaah
yang dimuliakan Allah,
Saat
ini kita berada di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah dan
salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Allah berfirman:
"Sesungguhnya
bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat
bulan yang dimuliakan." (QS.
At-Taubah: 36).
Muharram
bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriah. Bulan ini adalah panggilan bagi
setiap Muslim untuk memulai lembaran baru dengan memperkuat ketakwaan.
Pergantian tahun hendaknya tidak hanya mengubah angka dalam kalender, tetapi
juga mengubah kualitas iman dan amal kita.
Ketakwaan
sejatinya adalah kesadaran bahwa Allah selalu melihat setiap perkataan,
perbuatan, bahkan niat yang tersimpan di dalam hati. Ketika seseorang memiliki
ketakwaan, ia akan jujur meskipun tidak diawasi, amanah meskipun tidak dipuji,
dan tetap istiqamah meskipun tidak ada yang memberikan penghargaan. Inilah
hakikat takwa yang menjadi tujuan utama setiap ibadah.
Rasulullah
SAW bersabda:
ุงุชูููู
ุงูููููู ุญูููุซูู
ูุง ูููู
"Bertakwalah
kepada Allah di mana pun engkau berada."
(HR. Tirmidzi).
Hadis
ini mengajarkan bahwa takwa tidak mengenal batas tempat dan waktu. Ketika
berada di masjid, kita bertakwa. Ketika berada di kantor, di pasar, di rumah,
bahkan ketika sendirian, kita tetap dituntut untuk menjaga ketakwaan. Sebab
orang yang bertakwa tidak hanya takut kepada penilaian manusia, tetapi lebih
takut kepada pengawasan Allah SWT.
Jamaah
Rahimakumullah,
Bulan
Muharram juga mengajarkan semangat hijrah. Hijrah bukan hanya perpindahan
tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, tetapi juga perpindahan dari
kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Hijrah dari salat yang sering ditunda
menjadi salat di awal waktu. Hijrah dari lisan yang menyakiti menjadi lisan
yang menenangkan. Hijrah dari sifat malas menjadi pribadi yang rajin beribadah
dan bekerja.
Rasulullah
SAW bersabda:
ููุงููู
ูููุงุฌูุฑู
ู
ููู ููุฌูุฑู ู
ูุง ููููู ุงูููููู ุนููููู
"Orang
yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR. Bukhari).
Karena
itu, Muharram adalah waktu yang tepat untuk bermuhasabah. Sudahkah kita menjadi
pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu? Apakah salat kita semakin
khusyuk? Apakah Al-Qur'an semakin sering kita baca? Apakah hubungan kita dengan
orang tua, pasangan, anak-anak, tetangga, dan sesama semakin baik? Ataukah kita
masih berada pada kebiasaan lama yang jauh dari nilai-nilai ketakwaan?
Jamaah
yang berbahagia,
Takwa
tidak hanya diukur dari hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dari kepedulian
kita terhadap sesama. Orang yang bertakwa akan ringan membantu orang yang
membutuhkan, menjaga silaturahmi, menepati janji, berlaku adil, dan menjaga
lisannya dari fitnah serta ghibah. Takwa juga tercermin dalam kepedulian
terhadap lingkungan, menjaga amanah pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi
masyarakat.
Muharram
hendaknya menjadi titik awal untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW
bersabda:
ุฃูุถู
ุงูุตูุงู
ุจุนุฏ ุฑู
ุถุงู ุดูุฑ ุงููู ุงูู
ุญุฑู
"Puasa
yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim).
Hadis
ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang penuh peluang untuk
mendekatkan diri kepada Allah. Selain memperbanyak puasa sunnah, kita juga
dianjurkan memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, dan
melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.
Akhirnya,
marilah kita jadikan Muharram sebagai momentum memperbaharui komitmen
ketakwaan. Jangan biarkan tahun berganti tanpa ada perubahan dalam diri kita.
Semoga tahun ini kita menjadi hamba yang lebih taat, lebih bermanfaat bagi
sesama, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan
hamba-hamba-Nya yang bertakwa, menerima seluruh amal ibadah kita, serta
memberikan keberkahan di bulan Muharram dan sepanjang kehidupan kita. Aamiin ya
Rabbal 'alamin. (MHS/SRM)
ย
ย