Kepulauan Sula. Kepala KUA
Mangoli Utara, Rauf Likuwatan, S.HI dan Kepala KUA Mangoli Selatan, Asri
Sapsuha, S.A berkesempatan mengikuti beberapa rangkaian agenda kunjungan
kerja Menteri Agama RI, Bapak Prof. Dr. H. Nasarudin Umar, MA di
wilayah Provinsi Maluku Utara pada Sabtu 1 Februari 2025. Bapak Menteri Agama
membuka acara secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara pada pukul 09.30 WIT di Asrama Haji
Ternate, agenda selanjutnya adalah mengikuti Malam
Ramah Tamah yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada pukul
20.30 WIT berlokasi di Hotel Bela Ternate.
Dalam mengawali kegiatan malam ramah tamah ini, Pj. Gubernur Maluku Utara, Bapak Drs. Samsuddin A. Kadir, M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi yang besar atas kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia di Bumi Moloku Kie Raha dan menyampaikan harapan besar untuk memberikan pencerahan bagi segenap komponen warga masyarakat, tokoh agama dan pejabat publik maluku utara. " Wilayah kami sangat plural, beragam etnis dan agama serta budaya. Kami juga pernah mengalami fase konflik berbau ras dan agama cukup panjang dan telah menyelesaikannya termasuk dengan cara pendekatan kearifan lokalnya masing-masing. Butuh perspektif agama dalam mengelola wajah warna warni ini dengan menggandeng kearifan lokalnya", ungkap Pj Gubernur.
Diantara beberapa pesan
penting dalam menyikapi keragaman budaya, suku etnis dan agama termasuk lokal
wisdomnya maluku utara, Menteri Agama yang juga masih menjabat sebagai Imam
Besar Masjid Istiqlal Jakarta menyampaikan bahwa tantangan elit-elit atau para
tokoh-tokoh agama saat ini adalah bagaimana bisa menjadi figur teladan yang
baik, termasuk figur yang bisa menyatukan agama dan kearifan lokalnya
masing-masing."Modal sosial masyarakat maluku utara adalah lokal
wisdomnya, konsep kearifan lokalnya yang menyatukan alam dan manusia. Karena
itu, perkawinan antara adat dan agama berkonstribusi membuat umat semakin
stabil", ujarnya.
Tradisi kearifan lokal
dan agama yang rukun ini yang menjiwai kerukunan antar manusia sebagai
pelakunya. "Kerukunan antar umat beragama adalah rahasia mengapa bangsa
kita bisa aman dan damai, tidak terpecah hingga saat ini dimana futurolog barat
telah beberapa kali membuat prediksi-prediksi kehancuran indonesia sebagaimana
pecahnya negara-negara balkan di eropa". terang Menteri Agama.
"Kita harus bangga
Indonesia dijadikan contoh model bagi bangsa lain. Banyak negara belajar
kearifan lokal kepada bangsa kita. Kearifan lokal mampu berkonstribusi
menciptakan kedamaian, kapan kearifan lokal kita gugur satu per satu maka akan
terjadi pemiskinan budaya termasuk budaya kerukunan, padahal ribuan tahun lamanya
nenek moyang kita hidup bersahabat dan rukun dengan alam sebelum era teknologi
saat ini". Pungkas Menteri Agama.
Acara Ramah Tamah ini berlangsung sangat meriah dan penuh keakraban yang diawali dengan makan bersama dan foto bersama para tokoh agama serta para pejabat pemerintahan provinsi maluku utara dan kota ternate.