Dumai (Humas) Banjir yang menyebabkan akses jalan terputus tidak menyurutkan komitmen Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Sembilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Demi memastikan prosesi pernikahan tetap terlaksana, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Sembilan M. Mahbub mendatangi langsung rumah mempelai untuk melaksanakan akad nikah di Kelurahan Sungai Geniot, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Jumat (16/10/2026).
Di tengah kondisi akses jalan yang terganggu akibat banjir, kehadiran Kepala KUA Sungai Sembilan menjadi wujud nyata komitmen pelayanan keagamaan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan di lapangan tidak menyurutkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
M. Mahbub menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, termasuk ketika menghadapi situasi dan kondisi yang tidak mudah.
“Pelayanan kepada masyarakat merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Meskipun akses jalan terputus akibat banjir, kami tetap berupaya hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan akad nikah. Kami memahami bahwa pernikahan merupakan momen penting dalam kehidupan pasangan pengantin yang telah dipersiapkan dengan penuh harapan,” ungkap M. Mahbub.
Menurutnya, pelayanan KUA tidak hanya berkaitan dengan administrasi pencatatan pernikahan, tetapi juga mencerminkan kepedulian dan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, petugas KUA dituntut untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan keselamatan semua pihak.
“Bagi kami, kondisi yang sulit bukanlah alasan untuk mengabaikan pelayanan, tetapi menjadi motivasi untuk terus berikhtiar dan mencari solusi, tentu dengan tetap memperhatikan keselamatan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan pelayanan keagamaan yang baik, mudah, dan penuh kepedulian,” tambahnya.
Pelaksanaan akad nikah di rumah mempelai menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat yang menghadapi kendala akibat kondisi alam. Kehadiran Kepala KUA secara langsung juga memberikan makna tersendiri bagi pasangan pengantin yang tengah memulai perjalanan baru dalam kehidupan berumah tangga.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik bukan semata-mata tentang pemenuhan kewajiban administratif, melainkan juga tentang kepedulian, keikhlasan, dan kesediaan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika mereka menghadapi kesulitan.
Melalui peristiwa ini, KUA Sungai Sembilan menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah tantangan akibat banjir, semangat pengabdian tetap menjadi landasan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan keagamaan yang layak.(Ani/Ayu)