Siak (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kecamatan, organisasi kemasyarakatan Islam, dan lembaga pendidikan di Balai Nikah KUA Tualang, (15/10/2026), guna mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Tualang yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Tualang, Andri, bersama Camat Tualang. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi antarpihak demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional berjalan lancar, tertib, dan khidmat.
Dalam arahannya, Andri menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk mengenang dan menghargai perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, KUA, organisasi kemasyarakatan Islam, dan lembaga pendidikan, kita berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan santri,” ujar Andri.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Camat Tualang, pimpinan pondok pesantren se-Kecamatan Tualang, perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tualang, Ketua Dewan Syuriah NU Tualang, Ketua Muslimat NU Tualang, serta Humas MAN Insan Cendekia Siak.
Dalam pembahasan, peserta rapat mematangkan sejumlah aspek teknis pelaksanaan upacara bendera pada 22 Oktober 2026. Pembahasan mencakup penentuan lokasi upacara, petugas pengibar bendera, susunan acara, serta keterlibatan santri dari berbagai pondok pesantren dan madrasah di wilayah Kecamatan Tualang.
Koordinasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan setiap unsur yang terlibat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan persiapan yang terencana, pelaksanaan upacara diharapkan dapat berlangsung tertib dan melibatkan seluruh komponen pendidikan Islam secara optimal.