KUA Benakat Sukses Gelar Manasik Haji TK-PAUD

PW. APRI Sumsel (Muara Enim),– Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim bekerjasama dengan Ikatan Guru Raudhatul Anfal (IGRA) menggelar Manasik Haji TK-PAUD. Senin, 19/10/2026. Acara Pembukaan san dilaksanakan di Masjid Amalilah Desa Padang Bindu yang dihadiri Camat Benakat Abu Yamin, SH, M.Si, Kepala KUA Benakat H. Midi, SHI, Kepala UPTD Puskesmas Benakat, Kepala Desa Sekecamatan Benakat Penyuluh Agama Islam KUA Benakat, dan Kepala TK-PAUD.

Dalam laporan Ketua pelaksana yang disampaikan Meli Epriyanti, S.Pd menyampaikan β€œKegiatan Manasik Haji TK-PAUD diikuti 144 peserta yang tersebar di 6 TK-PAUD dikecamatan Benakat, dengan sumber dana swadana dari TK-PAUD dan sumbangan dari para donator. Kemudian kegiatan ini langsung dipimpin oleh Kepala KUA Benakat H. Midi kami yakin dan percaya dengan pengalaman beliau sebagai petugas haji PPIH Arab Saudi tahun 2019 mampu memberikan gambar yang mudah dipahami oleh anak didik kita. Diakgir kegiatan manasik haji nanti peserta akan kita berikan piagam penghargaan dan bingkisan sama persis seperti oleholeh haji / umroh”. Ungkap Meli

Abu Yamin, SH, M.Si Selaku Camat Benakat saat membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa β€œManasik haji TK-PAUD di Kecamatan Benakat hanya dilaksanakan di masa Kepala KUA yang sekarang, dimana selama ini kegiatan semacam ini kita masih bergabung ke Kecamatan Ujanmas atau Muara Enim, oleh karena itu kami berpesan kepada anak-anak ikuti rangkaian acara ini dengan cermat agar sedini mungkin mendapatkan gambaran rangkaian pelaksanaan haji atau umroh”. Pesan Bunyamin (Sapaan akrab camat Benakat)


Manasik Haji TK-PAUD merupakan kegiatan simulasi atau peragaan ibadah haji yang dirangcang secara praktik dan sederhana dengan memanfaatkan lokasi yang ada agar anak-anak tidak hilang jatidirinya sebagai sosok yang menyenangkan dan bermain. adapun tujuan yang diharapkan Pertama, Menanamkan kecintaan dan pemahaman tentang ibadah haji sejak dini. Kedua, Mengajarkan anak mengikuti aturan barisan, antre, dan bekerja sama dalam kelompok. Dan Ketiga, Melatih gerakan fisik (seperti berjalan atau berlari kecil saat tawaf dan sa'i) serta hafalan doa pendek atau bacaan Talbiyah.

Simulasi disederhanakan agar tidak terlalu melelahkan bagi anak-anak, dan secara rinci materi yang disampaikan H. Midi sebagai berikut :

  •                            Ihram dari Miqat yang Telah Ditentukan, Tahap pertama dalam pelaksanaan ibadah haji adalah ihram. Ihram adalah niat memasuki ibadah haji yang dimulai dari miqat, yaitu tempat yang telah ditentukan untuk memulai ihram ; Gelumbang 1 tempat miqat bir ali (Dzul Hulaifah) (11 KM dari kota Madinah) sedangkan gelumbang ke2 di ya’lallam/Qarnul Manazil, meliputi : Mandi Sunah, Wudhu sebelum Berihram, Memakai Ihram, Salat Sunah Ihram Dua Rakaat dan Mengucapkan Niat Haji
  •         Wukuf di Arafah, merupakan puncak dari ibadah haji dan dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Selama wukuf, jemaah dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan, antara lain: Shalat sunah arofa, shalat Zuhur dan Asar yang diqasar serta dijamak, mendengarkan Khotbah arofa, berzikir, doa dan membaca Al-Quran. 
  •           Mabit di Muzdalifah, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit, yaitu bermalam di sana. Di Muzdalifah, jemaah dianjurkan untuk mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jamrah di Mina. . 49 kerikil nafar awal dan 70 kerikil untuk nafar tsani.
  •         Mabit di Mina, Setelah tahalul, jemaah kembali ke Mina untuk mabit (bermalam) selama beberapa hari. Selama mabit di Mina, jemaah melontar ketiga jamrah, yaitu jamrah ula, jamrah wusta, dan jamrah aqabah, setiap harinya dengan masing-masing tujuh lemparan batu kerikil. Melontar jamrah ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut selama hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
  •           Melontar Jamrah, Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah bergerak menuju Mina untuk melontar jamrah aqabah, dan dilanjutkan tanggal 11-13 Dzulhijjah melontar jamrah Ula', wustha dan aqabah. 
  •           Tahalul Awal,  Setelah melontar jamrah tanggal 10 Dzulhijjah jemaah melakukan tahalul awal, yaitu mencukur rambut atau memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram. Dalam tahalul ini Anda dapat melakukan hal-hal yang dilarang saat ihram kecuali akad nikah, bercumbu dengan syahwat, dan jimak.
  •          Tawaf Ifadhah, Tawaf Ifadah dilakukan pada tanggal  10 Zulhijjah atau setelah tahalul awal  atau dilaksanakan setelah selesai rangkaian melontar jumrah Tawaf Ifadhah dilaksanakan di Masjidil Haram, Mekkah, dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
  •          Sai dilakukan dengan berlari-lari kecil tujuh kali bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah yang terletak di dalam Masjidil Haram, Mekkah. Sebelum melakukan Sai, pastikan Anda dalam keadaan suci dan masih mengenakan pakaian ihram. Sai dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah.
  •         Tahalul Kedua/Tsani,  Setelah menyelesaikan sai, tahapan berikutnya adalah tahalul kedua. Pada tahap ini, jemaah haji telah menyelesaikan tiga ritual utama yaitu melontar jumrah aqabah, tawaf ifadhah, dan sai. Dengan mencapai tahap tahallul kedua, jemaah haji telah bebas dari semua larangan ihram, termasuk berhubungan suami-istri.


      Diakhir  kegiatan simulasi manasik Haji TK-PAUD peserta dan orang tua mendapatkan Fasilitas pemeriksaan Kesehatan gratis dari UPTD Puskesmas Benakat. (Md) 


Bagikan Artikel