Kementerian Agama Kota Banda Aceh menggelar pembukaan Manasik
Sehati Ke-II pada Minggu, 10 Agustus 2025, di Masjid Al-Badar, Gampong Kota
Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri oleh
Kakankemenag Kota Banda Aceh, H. Salman, S.Pd., M.Ag., para kepala seksi
Kemenag Kota, perwakilan Dinas Kesehatan, narasumber, para kepala KUA di
Lingkungan Kementerian Agama Kota Banda Aceh. Acara dibuka secara resmi oleh
Walikota Banda Aceh yang diwakili Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh,
Ridwan, S.Ag., M.Pd.
Manasik Sehati Ke-II menjadi salah satu program
unggulan Kemenag Kota Banda Aceh tahun ini, dengan tujuan memberikan pembinaan
intensif kepada calon jamaah haji agar mandiri dalam memahami dan mempraktikkan
rangkaian ibadah haji. Program ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan belas
kali pertemuan, setiap hari Minggu, hingga Februari 2026.
Dalam sambutannya, Salman menegaskan bahwa kemandirian
jamaah sangat penting, baik dari sisi pengetahuan maupun praktik lapangan.
“Maksud mandiri disini adalah jamaah mampu melaksanakan seluruh rangkaian
ibadah haji tanpa bergantung pada orang lain. Tahun lalu, jamaah Kota Banda
Aceh bahkan mampu membantu jamaah dari daerah lain. Semoga program ini memberi
dampak nyata bagi calon jamaah,” ujarnya.
Wali Kota Banda Aceh melalui Kadis DSI, Ridwan,
mengapresiasi program ini sebagai upaya strategis dalam mempersiapkan jamaah.
“Bapak-ibu calon jamaah haji, anggaplah ini seperti perkuliahan yang
terstruktur setiap hari Ahad. Kurikulum telah disusun dari awal hingga akhir,
dengan materi dan narasumber yang beragam. Manfaatkan kesempatan ini untuk
mempersiapkan diri menjadi tamu Allah,” pesannya.
Ia menutup sambutannya dengan harapan, “Wisuda nanti adalah
saat bapak-ibu melaksanakan tawaf wada’. Insya Allah, dengan persiapan matang,
akan menjadi haji yang mabrur.”
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari
pemerintah daerah, Manasik Sehati Ke-II diharapkan menjadi langkah awal
yang kokoh bagi calon jamaah haji Kota Banda Aceh untuk meraih predikat haji
mabrur. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi bekal spiritual dan
praktis yang akan mengiringi setiap langkah jamaah di Tanah Suci nanti.