Rokan Hulu (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ujungbatu, Ari Yusmanto menghadiri kegiatan “Karya Indah Buah Hati Membatik Bersama Anak RA dan Orang Tua” yang digelar di Gedung LAM Riau Kecamatan Ujungbatu, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Gugus Muzdalifah, meliputi RA dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Ujungbatu, Kunto Darussalam, dan Rokan IV Koto.
Mengusung semangat kreativitas dan kebersamaan, kegiatan membatik bersama menjadi momentum bagi anak-anak untuk mengenal seni dan budaya Indonesia sejak usia dini. Lebih dari sekadar menghasilkan karya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua.
Pengawas RA dan MI, Maria Ulfa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan membatik memiliki nilai edukatif yang sangat penting bagi perkembangan anak.
“Membatik bukan hanya tentang menghasilkan sebuah karya, tetapi juga bagaimana anak belajar mengenal budaya, melatih kesabaran, ketelitian, kreativitas, dan keberanian untuk mengekspresikan diri. Ketika orang tua ikut mendampingi, proses belajar itu menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Ujungbatu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan pendidikan, kreativitas, kebersamaan keluarga, dan pelestarian budaya.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui kegiatan kreatif yang melibatkan keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berkarya dan mengenal budaya bangsa sejak dini. Kehadiran orang tua juga menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan dan membangun kepercayaan diri anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Ujungbatu, Ari Yusmanto, S.Fil.I., turut mengambil bagian dengan memandu doa sebelum kegiatan berlangsung. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan diberikan kelancaran, keberkahan, serta memberikan manfaat bagi anak-anak, orang tua, dan seluruh peserta.
Ari Yusmanto menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai positif karena tidak hanya mengembangkan kreativitas anak, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya serta memperkuat peran keluarga dalam pendidikan.
“Anak-anak adalah buah hati sekaligus amanah. Melalui kegiatan seperti membatik bersama, mereka belajar berkarya, bersabar, bekerja sama, dan mencintai budaya sendiri. Yang lebih penting, hadirnya orang tua di tengah kegiatan memberikan pesan kepada anak bahwa setiap karya dan proses tumbuh mereka sangat berarti,” tutur Ari.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah kecamatan, KUA, orang tua, dan masyarakat dalam memberikan ruang tumbuh yang positif bagi anak usia dini.
Melalui “Karya Indah Buah Hati”, kreativitas anak tidak hanya dituangkan dalam selembar kain, tetapi juga menjadi bagian dari proses menanamkan cinta budaya, kebersamaan keluarga, dan karakter positif sejak usia dini. (Humas KUA Ujungbatu)