Kegiatan yang
dimulai pada pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh tiga pasangan calon pengantin,
yakni pasangan As’ad & Efitri,
Dedi Rahmat & Madinatul Ilman,
serta Safrizal & Windi Andriani.
Kehadiran para calon pengantin (catin) sejak pagi menunjukkan antusiasme yang
tinggi untuk memahami dinamika kehidupan pasca akad. Atmosfer kegiatan
berlangsung khidmat namun santai, menciptakan ruang diskusi yang terbuka antara
pemateri dan peserta.
Untuk memastikan kualitas pembekalan, KUA menghadirkan narasumber berkompeten guna memberikan edukasi menyeluruh, baik dari sisi syariat, kesehatan maupun teknis pelaksanaan akad. Salah satu materi utama, yaitu Keluarga Sakinah, disampaikan langsung secara panel oleh Kepala KUA Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I., dan dilanjutkan dengan pendalaman materi oleh Penghulu Dafiq Iman Hakim MS, S.H. Dalam sesi ini, catin diajak memahami hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Penekanan utama diberikan pada
pentingnya membangun komunikasi yang sehat serta pondasi agama yang kuat
sebagai jangkar dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan tahan uji di tengah
tantangan zaman.
Selain materi ketahanan keluarga, kegiatan ini juga menggandeng tim dari UPTD Puskesmas Gunungsitoli Utara yang memberikan edukasi krusial terkait Kesehatan Reproduksi dan Seksual. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, pencegahan stunting, serta pola hidup sehat bagi calon ibu dan ayah.
Sementara itu, aspek etika dan spiritual dalam rumah tangga, khususnya mengenai Adab Hubungan Suami Istri, disampaikan secara santun oleh Novita Sari, S.Sos. selaku Penyuluh Agama Islam KUA Gunungsitoli Utara, yang menekankan bahwa hubungan rumah tangga adalah bagian dari ibadah.
Tidak hanya teori, para calon pengantin juga mendapatkan sesi Praktek Persiapan Akad Nikah yang dipandu langsung oleh Kepala KUA Gunungsitoli Utara. Sesi simulasi ini dirancang agar para calon mempelai laki-laki memiliki gambaran visual dan mental yang jelas mengenai alur prosesi akad.
Dengan adanya latihan ini, diharapkan para calon suami menjadi lebih
percaya diri, siap dan tenang saat mengucapkan kalimat ijab kabul pada hari H
nanti, sehingga momen sakral tersebut dapat berjalan dengan lancar dan penuh
makna. (DIH)