Bengkalis (Humas) Pemerintah
Desa Bantan Air melaksanakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada
Minggu, (25/01/2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Masjid Jami’ Bantan Air.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh masyarakat setempat.
Acara
menghadirkan Ustadz Awaludin Hasibuan sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya,
beliau menekankan bahwa shalat lima waktu merupakan kewajiban utama umat Islam
yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, shalat adalah
tiang agama dan menjadi amal pertama yang akan dihisab kelak.
Ustadz
Awaludin juga mengingatkan bahwa pendidikan shalat harus dimulai dari
lingkungan keluarga, khususnya kepada anak-anak sejak usia dini. Orang tua
memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan ibadah agar tertanam kuat dalam
kehidupan sehari-hari.
Selain
itu, beliau turut membahas tentang ketaatan istri kepada suami dalam bingkai
rumah tangga Islami, selama tidak bertentangan dengan syariat. Ketaatan
tersebut, menurutnya, menjadi salah satu kunci terciptanya keluarga yang sakinah,
mawaddah, dan rahmah.
Acara
ini dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Bantan H. Nasuha, serta Pemerintah Desa
Bantan Air yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Nasikun, bersama tokoh agama dan
masyarakat.
Dalam
sambutannya, Sekdes Nasikun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang
telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Peringatan
Isra Mikraj ini hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi
menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah kita, terutama shalat lima
waktu. Apa yang disampaikan penceramah tadi sangat relevan untuk diterapkan
dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia
juga mengajak masyarakat Desa Bantan Air untuk terus menjaga kebersamaan,
memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menanamkan pendidikan agama sejak dini
kepada anak-anak sebagai bekal masa depan.
Acara
ditutup dengan doa bersama, dengan harapan semoga nilai-nilai Isra Mikraj dapat
diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga.