Pancur
Batu — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A,
memberikan pandangan dan masukan dari perspektif keagamaan terkait penanganan
stunting pada kegiatan Pra-Musrenbang Tematik Stunting yang dilaksanakan di Aula
Kantor Camat Pancur Batu, Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan
tersebut dibuka dan dipimpin oleh Camat Pancur Batu, serta dihadiri oleh
Sekretaris Camat Pancur Batu, sebagai bentuk komitmen pemerintah kecamatan
dalam mengoordinasikan langkah-langkah strategis lintas sektor guna percepatan
penurunan stunting di wilayah Kecamatan Pancur Batu.
Pra-Musrenbang
Tematik Stunting ini menjadi forum penting dalam menyamakan persepsi,
merumuskan program prioritas, serta memperkuat kolaborasi antar pemangku
kepentingan, baik dari unsur pemerintahan, keamanan, maupun lembaga
kemasyarakatan.
Turut
hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pancur Batu, Danramil Kecamatan Pancur
Batu, para Kepala Desa se-Kecamatan Pancur Batu, Tim Penggerak PKK Kecamatan
Pancur Batu, UPTD Pendidikan Kecamatan Pancur Batu, Koordinator KB/PKB
Kecamatan Pancur Batu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPK) Kecamatan Pancur
Batu, serta Kader Pembangunan Keluarga Kecamatan Pancur Batu.
Dalam
kesempatan memberikan pandangan, Ilyas, menekankan bahwa persoalan stunting harus
dipahami secara komprehensif, tidak hanya dari sudut pandang medis dan ekonomi,
tetapi juga dari sisi keagamaan, moral, dan ketahanan keluarga.
Menurutnya,
dalam ajaran Islam, anak merupakan amanah yang wajib dijaga dan dipenuhi
hak-haknya sejak dini, termasuk hak atas kesehatan, gizi yang cukup, serta
lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh tanggung jawab.
Ia
menjelaskan bahwa hak dan kewajiban suami istri memiliki peran strategis dalam
mencegah stunting. Suami memiliki kewajiban memberikan nafkah yang halal dan
mencukupi, sedangkan istri berperan penting dalam pengasuhan, pemenuhan gizi,
serta perawatan kesehatan anak. Keduanya dituntut untuk saling mendukung dan
bersinergi.
“Apabila
suami dan istri memahami perannya masing-masing dan menjalankannya dengan penuh
tanggung jawab, insya Allah risiko stunting dapat ditekan. Keluarga yang sehat
lahir batin adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia,” ungkap Ilyas
Lebih
lanjut, ia menyampaikan bahwa KUA memiliki peran strategis dalam upaya
pencegahan stunting melalui layanan bimbingan perkawinan, edukasi pra nikah,
serta pendampingan keluarga, agar calon pengantin dan keluarga muda memiliki
pemahaman yang memadai tentang kesehatan reproduksi dan pola asuh anak.
Pandangan
tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada aspek penguatan
ketahanan keluarga, peningkatan layanan keagamaan yang berdampak, serta penguatan
peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang terintegrasi.
Ia
juga menegaskan komitmen KUA Pancur Batu untuk terus bersinergi dengan
pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TP PKK, penyuluh KB, dan seluruh
pemangku kepentingan dalam menguatkan edukasi keagamaan yang mendukung program
percepatan penurunan stunting.
“KUA
siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kesadaran
keluarga tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak, sebagai bagian dari ibadah
dan tanggung jawab moral,” tambahnya.
Sementara
itu, Camat Pancur Batu dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi
seluruh pihak, termasuk KUA, dalam memberikan sudut pandang yang komprehensif
terhadap penanganan stunting. Ia berharap hasil Pra-Musrenbang ini dapat
melahirkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kegiatan
Pra-Musrenbang Tematik Stunting berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh
semangat kolaborasi. Para peserta aktif menyampaikan masukan dan komitmen untuk
memperkuat sinergi lintas sektor demi terwujudnya keluarga yang sehat,
sejahtera, dan berkualitas di Kecamatan Pancur Batu.
Melalui
keikutsertaan aktif dalam kegiatan ini, KUA Kecamatan Pancur Batu menegaskan
komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan
angka stunting, sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak nyata
bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan
dan Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menjelang berakhirnya kegiatan, Ilyas
didaulat untuk memimpin doa penutup. Dalam doanya, beliau memohon
kepada Allah SWT agar seluruh ikhtiar dan perencanaan yang telah dibahas dalam
Pra-Musrenbang Tematik Stunting ini diberikan keberkahan, kemudahan, serta
menghasilkan kebijakan dan program yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Beliau
juga mendoakan agar para pemangku kebijakan, aparatur pemerintah, tenaga
pendamping, kader, serta seluruh elemen masyarakat senantiasa diberikan
kesehatan, keikhlasan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah, khususnya dalam
upaya menyiapkan generasi Pancur Batu yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia.
“Semoga
setiap langkah yang kita niatkan untuk kebaikan umat dan bangsa dicatat sebagai
amal ibadah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan keluarga yang
sakinah, masyarakat yang sejahtera, dan bangsa yang maju,” ujar Ilyas dalam doa penutupnya.
Dengan
dipimpin doa tersebut, kegiatan Pra-Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Pancur
Batu resmi ditutup dalam suasana khidmat, penuh harap, dan
semangat kolaborasi, sebagai wujud sinergi lintas sektor menuju percepatan
penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga, sejalan dengan Asta Protas
Kementerian Agama dan visi pembangunan daerah.