Pasuruan โ Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kejayan kembali menggelar **Kajian Kepenghuluan rutin** pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di KUA Kecamatan Kejayan ini diikuti oleh para penghulu dari wilayah **Kabupaten dan Kota Pasuruan**.
Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi dan pengembangan wawasan keilmuan para penghulu, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas kepenghuluan yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan dibuka oleh **Kepala KUA Kecamatan Kejayan, HM. Jakfar Habibullah, Lc**, yang juga merupakan **Ketua Bidang Hubungan antar Lembaga/Masyarakat dan Informasi Publik PW APRI JATIM**.
Dalam sambutannya, HM. Jakfar Habibullah menyampaikan bahwa kajian kepenghuluan secara rutin merupakan ruang penting bagi para penghulu untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus mempererat silaturahmi dan komunikasi antar-penghulu.
โ**Kajian ini bukan hanya menjadi sarana untuk menambah wawasan keilmuan, tetapi juga menjadi forum untuk memperkuat silaturahmi, bertukar pengalaman, dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepenghuluan di tengah masyarakat**,โ ujarnya.
Pada pertemuan kali ini, kajian kembali menggunakan **Kitab Al-Miftah Lil Ulum** sebagai bahan pembelajaran. Kajian diarahkan untuk memperkuat kemampuan membaca dan memahami literatur keislaman, khususnya kitab-kitab yang menjadi bagian dari khazanah keilmuan pesantren.
Para penghulu dari Kabupaten dan Kota Pasuruan mengikuti kajian secara aktif melalui pembacaan, penjelasan materi, serta diskusi bersama. Suasana kajian berlangsung interaktif dan penuh semangat keilmuan.
Kegiatan Kajian Kepenghuluan di KUA Kecamatan Kejayan diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kompetensi penghulu, memperkuat tradisi keilmuan, serta membangun sinergi antar-penghulu di wilayah Pasuruan.
Melalui forum tersebut, para penghulu tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi dalam aspek administrasi dan pelayanan kepenghuluan, tetapi juga terus memperkuat wawasan keagamaan sebagai bekal dalam memberikan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat.