

Malang, 23 September 2024 β Bertempat di Kantor Urusan Agama
(KUA) Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada hari Senin, digelar kegiatan
bimbingan perkawinan bagi 30 peserta atau 15 pasang calon pengantin (catin).
Acara ini mengangkat tema "Gerak Penghulu Sejuta Catin, Siap Cegah
Stunting", sebagai bagian dari kampanye nasional untuk memerangi masalah
stunting di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber, Mantra Bagus I, S.HI, seorang
Penyuluh Agama Islam yang membahas pentingnya bimbingan perkawinan tidak hanya
dari aspek agama tetapi juga kesehatan keluarga. Menurutnya, peran penghulu
tidak hanya sebagai pejabat yang menikahkan, namun juga sebagai ujung tombak
dalam memberikan edukasi kepada calon pasangan tentang pentingnya menjaga
kesehatan keluarga.
"Kesehatan keluarga adalah pondasi utama untuk
menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari stunting. Oleh karena itu,
bimbingan perkawinan ini harus memberikan bekal pengetahuan yang cukup kepada
para calon pengantin, agar mereka siap menjadi orang tua yang bertanggung
jawab," ujar Mantra Bagus I.
Selain itu, narasumber kedua, Rizka Catur Pratiwi, A.Md. Keb,
dari Puskesmas Cisadea Malang, menekankan pentingnya peran calon pengantin
dalam mencegah stunting sejak dini. Ia memaparkan, bahwa stunting terjadi
akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Ia
memberikan penjelasan praktis mengenai pola makan sehat, perencanaan kehamilan
yang baik, dan pentingnya asupan gizi selama masa kehamilan dan 1000 hari
pertama kehidupan anak.
"Calon pengantin perlu memahami pentingnya gizi yang
cukup sebelum menikah dan selama masa kehamilan. Kami di Puskesmas Cisadea siap
mendukung dengan edukasi serta pelayanan kesehatan yang memadai," kata
Rizka.
Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta, yang
tidak hanya mendapatkan bimbingan mengenai persiapan pernikahan, tetapi juga
pengetahuan penting tentang kesehatan keluarga. Kegiatan ini diharapkan dapat
berkontribusi dalam upaya nasional menurunkan angka stunting di Indonesia melalui
edukasi yang menyentuh langsung calon pasangan pengantin.
Dengan adanya bimbingan semacam ini, diharapkan para calon
pengantin dapat mempersiapkan pernikahan dengan lebih matang, khususnya dalam
aspek kesehatan keluarga, demi mewujudkan generasi mendatang yang lebih sehat
dan bebas dari ancaman stunting.