Banjarnegara - Suasana haru menyelimuti aula Kantor Urusan
Agama (KUA) Purworeja Klampok ketika seorang warga dengan mantap mengucapkan dua
kalimat syahadat. KUA kembali menunjukkan perannya tidak
hanya sebagai lembaga pelayanan nikah, namun juga sebagai pusat bimbingan
keagamaan masyarakat. Hal ini terlihat dari kegiatan pendampingan seorang warga
yang memutuskan untuk memeluk agama Islam (mualaf) pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Proses ikrar
syahadat berlangsung khidmat di aula KUA Purworeja Klampok, dipandu langsung oleh
Kepala KUA bersama penyuluh agama Islam dan juga CPNS Penghulu tahun 2024.
Dengan penuh ketulusan, calon mualaf dibimbing melafalkan dua kalimat syahadat
sebagai tanda sah masuk Islam.
Kepala KUA,
Achmad Badrun, menyampaikan bahwa pendampingan mualaf adalah bagian dari tugas
pelayanan KUA kepada masyarakat. โKami tidak hanya menerima ikrar syahadat,
tetapi juga mendampingi dan memberikan bimbingan dasar-dasar keislaman agar
mualaf bisa menjalani ibadah dengan baik,โ ujarnya.
Selain itu,
penyuluh agama Islam juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi
mualaf. Mereka akan diberikan pengenalan tentang wudhu, shalat, bacaan doa,
hingga pemahaman ajaran Islam secara bertahap. Dengan demikian, mualaf tidak
merasa sendirian dalam perjalanan barunya.
Tak hanya
sampai pada ikrar syahadat, KUA juga memberikan bimbingan dasar kepada mualaf,
seperti tata cara berwudhu, melaksanakan shalat, membaca doa-doa pendek, hingga
pengenalan nilai-nilai ajaran Islam secara bertahap. Penyuluh agama Islam turut
menambahkan bahwa pembinaan ini akan dilakukan secara berkesinambungan agar
mualaf semakin mantap dan tidak mengalami kebingungan di awal perjalanan
keislamannya.
Mualaf yang
baru saja memeluk Islam, Febrian Dwi Saputra menyampaikan rasa syukur dan
harunya. โSaya merasa seperti dilahirkan kembali. Hati saya tenang setelah
mengucapkan syahadat. Saya sangat bersyukur karena KUA tidak hanya menerima
saya, tetapi juga membimbing saya dengan sabar. Saya berharap bisa belajar
lebih banyak tentang Islam dan menjadi muslim yang baik,โ tuturnya dengan mata
berkaca-kaca.
Dengan adanya
kegiatan pendampingan seperti ini, KUA menegaskan kembali perannya sebagai
garda terdepan dalam pelayanan keagamaan dan penguatan akidah umat. Kehangatan,
perhatian, dan pembinaan yang diberikan menjadi wujud nyata bahwa Islam adalah
agama yang penuh kasih sayang, rahmatan lil โalamin.