Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman hukum perkawinan dalam Islam, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan reproduksi, gizi keluarga, hingga perencanaan rumah tangga. Hal ini menjadi bentuk nyata upaya bersama dalam menyiapkan generasi keluarga yang tangguh dan berdaya saing.
Kepala KUA Labuhan Ratu, H. Solihin Panji, menekankan bahwa kesiapan menikah mencakup kesiapan fisik, mental, spiritual, dan emosional. “Pernikahan adalah awal perjalanan panjang. Bekal ilmu dan keterampilan menjadi kunci agar rumah tangga mampu bertahan dalam berbagai tantangan,” ujarnya.
Pihak Puskesmas Rajabasa turut memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi keluarga, sementara PLKB memaparkan strategi perencanaan keluarga yang efektif.
Dengan adanya sinergi ini, para calon pengantin diharapkan mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, rahmah sekaligus sehat, produktif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.***(NL)