Perkuat Dimensi Spiritual Ketahanan Pangan, Kepala KUA Sabak Auh Pimpin Doa Gerakan Nasional 50.000 Ha

Siak (Humas) Kehadiran elemen keagamaan menjadi fondasi moral utama dalam menyukseskan Gerakan Serempak Nasional Penanaman 50.000 Hektare (Ha) se-Indonesia yang dipusatkan di Kampung Laksamana, Kecamatan Sabak Auh, Jumat (18/9/2026).

Dalam agenda vital penguatan ketahanan pangan nasional ini, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sabak Auh, Junaidi, memegang peran sentral memimpin doa bersama untuk meneguhkan dimensi spiritual di balik ikhtiar fisik para petani dan pemerintah.

​Kehadiran Junaidi tidak sekadar melengkapi prosesi seremonial, melainkan membawa dampak spiritual yang mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Lewat untaian doa yang dipimpinnya, ia memadukan semangat kerja keras pertanian dengan nilai-nilai ketakwaan, memohon keselamatan, kesehatan bagi para petani, serta keberkahan atas hasil panen yang melimpah.

​Dalam barisan doa yang dipanjatkan secara khusyuk, Junaidi memohon keberkahan atas tanah dan ikhtiar para petani:

​"Ya Allah Ya Tuhan Kami, berkahilah tanah tempat kami bercocok tanam ini, limpahkanlah keberkahan atas setiap benih yang kami tanam, serta berikanlah rezeki dan hasil panen yang melimpah ruah bagi seluruh rakyat dan negeri ini. Jadikanlah ikhtiar kami dalam menjaga ketahanan pangan ini sebagai ladang ibadah dan sarana memperkuat rasa syukur kami kepada-Mu," mohonnya penuh kekhusyukan. 

​Kepemimpinan doa oleh Kepala KUA ini memberikan suntikan motivasi moral dan ketenangan jiwa bagi para kelompok tani serta pejabat yang hadir, memperkuat kesadaran bahwa pengelolaan alam harus beriringan dengan rasa syukur dan permohonan ridha Tuhan Yang Maha Esa.

​Usai memimpin doa, Junaidi menegaskan pentingnya menyertakan nilai-nilai keagamaan dalam setiap program pembangunan masyarakat. “Ikhtiar mengolah tanah dan menjaga ketersediaan pangan adalah bagian dari ibadah. Kehadiran KUA di sini merupakan bentuk dukungan moral dan spiritual agar seluruh usaha keras para petani dan kebijakan pemerintah senantiasa bernilai keberkahan, membawa kemaslahatan, serta memberi ketentraman bagi masyarakat luas,” ujar Junaidi.

​Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSMP) Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Riau yang mewakili Gubernur Riau, Bupati Siak, Afni, unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini mempertegas pentingnya sinergi lintas sektor—termasuk Kementerian Agama melalui KUA di tingkat kecamatan dalam mengawal keberlanjutan sektor pertanian.

​​Sinergi antara kerja keras teknis pertanian dan penguatan spiritual yang dibawakan oleh Kepala KUA Sabak Auh menjadikan Gerakan Serempak Nasional 50.000 Ha di Kampung Laksamana ini sebagai simbol utuh gotong royong. Lewat perpaduan ikhtiar, kerja sama lintas lembaga, dan doa, program ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan sekaligus membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. (ABS/Hd)


Bagikan Artikel