Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk mendorong terciptanya masjid yang ramah bagi anak baik dari segi fasilitas, kegiatan, maupun lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif.
Dalam kegiatan
tersebut, penghulu yang sekaligus Kepala KUA Brang Ene, A.Ma’arif M. SHI.
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini. Menurutnya,
masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak
dini.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga
pusat pembinaan umat. Karena itu penting bagi kita untuk menciptakan suasana
masjid yang inklusif, nyaman dan mendidik bagi anak-anak,” ujarnya.
Beliau juga
menegaskan bahwa KUA siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus
masjid dan DP2KBP3A untuk mengimplementasikan konsep masjid ramah anak di
wilayah Kecamatan Brang Ene.
“Kami berharap
setiap masjid bisa menjadi pusat kegiatan umat islam, tempat yang menyenangkan
bagi anak-anak untuk belajar agama, berinteraksi sosial, mengembangkan potensi
diri dan menumbuhkan rasa cinta terhadap ajaran agama serta cinta pada rumah
ibadah,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa Barat menjelaskan bahwa program Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA) atau Masjid Ramah Anak (MRA) merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan layak bagi tumbuh kembang anak, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dan diakhiri dengan diskusi serta tanya jawab seputar strategi bagaimana mewujudkan masjid yang ramah anak. Semua peserta tampak antusias dan berharap program ini dapat diterapkan di seluruh masjid di Kabupaten Sumbawa Barat tidak terkecuali di Kecamatan Brang Ene. (humas)