PC APRI Dairi Dalami Tuhfatus Saniyyah, Perkuat Kemampuan Nahwu dan Sharaf Penghulu

Dairi, (Humas). Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Dairi menginisiasi penguatan kompetensi keilmuan Penghulu melalui kajian kitab turats. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama untuk memperdalam kemampuan membaca dan memahami literatur keislaman klasik sebagai bagian dari penguatan kapasitas profesional Penghulu. Kajian dilaksanakan di Aula Balai Nikah KUA Kecamatan Sitinjo, Selasa (22/09/2026).

Ketua PC APRI Dairi, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, mengatakan peningkatan kompetensi keilmuan perlu berjalan beriringan dengan pengembangan profesionalitas Penghulu. Menurutnya, Penghulu tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis dan administratif kepenghuluan, tetapi juga perlu memperkuat fondasi keilmuan keagamaan. “Penghulu harus terus belajar dan memperbarui wawasan keilmuannya. Kajian kitab turats menjadi salah satu ruang untuk menjaga sekaligus mengembangkan tradisi keilmuan tersebut,” ujarnya.

Kajian kitab kuning dalam kegiatan tersebut menggunakan Tuhfatus Saniyyah sebagai rujukan utama, khususnya dalam pendalaman ilmu nahwu. Kitab Tuhfatus Saniyyah bi Syarhi al-Muqaddimah al-Ajurumiyyah digunakan untuk membantu peserta memahami kaidah dasar tata bahasa Arab melalui pembacaan, penjelasan, dan pembahasan struktur kalimat. Kajian dipandu oleh Kepala KUA Kecamatan Pegagan Hilir, Muhammad Aidil Hanafi, Lc., MH., yang bertindak sebagai narasumber.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Aidil Hanafi menguraikan sejumlah kaidah nahwu dengan pendekatan pembacaan teks dan analisis struktur kalimat. Pembahasan juga dikaitkan dengan ilmu sharaf, terutama untuk mengenali perubahan bentuk kata dan pengaruhnya terhadap makna. “Membaca kitab turats membutuhkan dasar kaidah yang kuat. Nahwu membantu kita memahami posisi dan fungsi kata dalam kalimat, sementara sharaf membantu mengenali perubahan bentuk kata dan maknanya,” jelasnya.

Kegiatan diikuti oleh para Penghulu se-Kabupaten Dairi, termasuk Kepala KUA Sidikalang Azan Sagala, S.Ag., MM, Penghulu KUA Sidikalang Muhammad Hisyamsyah Dani, S.H., Penyuluh Agama Islam Kabupaten Dairi, serta masyarakat pemerhati dan penggiat kajian kitab turats. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperluas ruang dialog dan pertukaran pengetahuan dalam kajian. Peserta juga diberikan kesempatan untuk membaca, mengidentifikasi kaidah, serta mendiskusikan bagian-bagian teks yang menjadi bahan pembelajaran.

Abdul Yajid menegaskan bahwa kajian kitab turats tidak sekadar mempertahankan tradisi keilmuan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Penghulu dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan. “Kita ingin Penghulu memiliki kemampuan membaca sekaligus memahami. Karena itu, penguatan nahwu dan sharaf perlu terus dilakukan agar pembacaan terhadap kitab tidak berhenti pada lafaz, tetapi sampai pada pemahaman,” katanya. Menurutnya, forum seperti ini juga dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat ikatan keilmuan antar-Penghulu.

PC APRI Dairi berharap kajian Tuhfatus Saniyyah dapat menjadi bagian dari pembinaan kompetensi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Penguatan kemampuan membaca kitab turats diharapkan memperkaya wawasan keislaman para Penghulu sekaligus menjadi bekal dalam memberikan layanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen PC APRI Dairi untuk membangun tradisi belajar yang berkelanjutan di kalangan Penghulu melalui penguatan kompetensi keilmuan dan profesionalitas.


Bagikan Artikel