Banjarnegara โ
Komitmen Kementerian Agama (Kemenag) Banjarnegara untuk mewujudkan keluarga
Indonesia yang tangguh dan berdampak positif bagi lingkungan terus
diintensifkan. Sebanyak 62 anggota Majelis Taklim (MT) Miftahul Jannah Bulu
Pagentan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Penyuluhan Gerakan
Keluarga Maslahat (GKM) pada Kamis (16/10/2025). Acara yang bertempat di Gedung
TPQ Al Hikmah Bulu Pagentan ini fokus mengupas tema sentral โMenciptakan
Keluarga Maslahatโ sebagai pilar kebahagiaan umat dan kontribusi sosial.
M. Syaiful
Abidin, Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan,
memimpin sesi bimbingan tersebut dengan memberikan penekanan baru pada konsep
"keluarga maslahat". Dalam pemaparannya, Syaiful Abidin menegaskan
bahwa keluarga yang ideal tidak hanya sebatas menciptakan kerukunan internal
(sakinah, mawaddah, warahmah), tetapi harus mampu memberikan manfaat dan
keberkahan yang meluas ke masyarakat sekitar.
"Keluarga
maslahat adalah fondasi yang melahirkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan
kualitas hidup prima bagi seluruh anggotanya. Lebih dari itu, keluarga ini
memiliki fungsi sosial penting, berperan aktif dalam membangun kemaslahatan di
tengah masyarakat, sehingga tercipta apa yang kita sebut sebagai masalihul
ummah (umat yang maslahat)," jelas Syaiful. Penekanan ini membuka
wawasan peserta mengenai tanggung jawab kolektif keluarga dalam menyebar
kebaikan.
Antusiasme
peserta tercermin dari interaksi yang hidup sepanjang sesi bimbingan. Ahmad
Sakhim, Penasehat MT Miftahul Jannah Bulu Pagentan, mengungkapkan rasa terima
kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, materi tentang keluarga
maslahat sangat relevan dan menyentuh inti permasalahan rumah tangga
sehari-hari.
"Kami
sangat menghargai bimbingan yang telah disampaikan oleh PAI KUA Pagentan.
Konsep keluarga maslahat mengajarkan bahwa keluarga yang ideal adalah sumber
keberkahan bagi lingkungan, bukan hanya sekadar harmonis di dalam. Harapan
kami, bimbingan ini akan memperkuat komitmen kami semua untuk membangun rumah
tangga yang harmonis, penuh kasih, dan senantiasa berlandaskan nilai-nilai
agama, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi," tutur Ahmad
Sakhim.
Kegiatan GKM
ini merupakan implementasi dari program Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas
Islam) Kemenag Banjarnegara, yang bertujuan membentuk keluarga-keluarga
Indonesia yang tidak hanya tangguh secara internal, tetapi juga mampu menjadi
agen perubahan positif di lingkungannya. Dengan dukungan penuh dari 62 anggota
Majelis Taklim Miftahul Jannah, diharapkan nilai-nilai kunci dari Gerakan
Keluarga Maslahat dapat terinternalisasi dan segera diaplikasikan dalam
kehidupan bermasyarakat. (msa)