Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tema besar manasik haji tahun ini, yaitu “Dengan Pembinaan dan Bimbingan Manasik Haji Kita Wujudkan Jamaah Calon Haji yang Mandiri dan Ber Syari’ah, Ramah Lansia dan Disabilitas.” Tema tersebut menjadi semangat utama dalam setiap sesi pembinaan, termasuk dalam materi yang disampaikan oleh Kepala KUA.
Dalam pemaparannya, H. Solihin Panji menjelaskan secara mendalam berbagai tahapan ibadah yang akan dijalani jamaah selama berada di tanah suci. Ia mengawali dengan penjelasan tentang tata cara pelaksanaan wukuf di Arafah, yang merupakan inti dari ibadah haji. Selanjutnya, ia menyampaikan pentingnya mabit di Muzdalifah dan Mina, serta menjelaskan ketentuan mengenai murur dan tanazulul Mina, yang menjadi bagian dari keringanan ibadah bagi jamaah lansia dan disabilitas. Penjelasan ditutup dengan pembahasan teknis pelaksanaan lempar jumrah secara tertib dan sesuai tuntunan syariat.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat. Kepala KUA menekankan pentingnya pemahaman dan kesiapan mental serta fisik jamaah dalam menjalani setiap rangkaian ibadah haji. Ia berharap seluruh calon jamaah dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama bimbingan, sehingga mampu melaksanakan ibadah dengan baik, mandiri, sesuai syariat, serta ramah terhadap sesama jamaah, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.***(NL)