Way Sulan, Lampung Selatan (27 November 2025) β
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Way Sulan hari ini, Kamis (27/11), sukses
menyelenggarakan Silaturahmi dan Pembinaan Takmir Se-Kecamatan Way Sulan.
Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Huda Desa Banjarsari ini menjadi
forum penting bagi para pengurus DKM untuk meningkatkan kapasitas demi
terwujudnya visi "Menuju Masjid Makmur dan Mandiri".
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini disambut antusias oleh para takmir masjid dari depalan desa se-Kecamatan Way Sulan. Kehadiran narasumber yang kompeten membuat sesi pembinaan menjadi padat dan efektif.
Kepala KUA Kecamatan Way Sulan, Nurhadi, S.Sos.I., M.H., tidak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga bertindak sebagai narasumber utama yang fokus pada aspek legalitas dan profesionalisme pengelolaan masjid.
Dalam materinya, Nurhadi menekankan bahwa tata kelola masjid
harus mengikuti prinsip akuntabilitas dan transparansi, sejalan dengan
peraturan yang berlaku. Masjid juga harus berdaya dan berdampak.
"Kami dari KUA Way Sulan memiliki tugas untuk membina
dan memastikan masjid berfungsi optimal, Berdaya dan Berdampak pada ummat. Kunci menuju masjid makmur adalah pengelolaan
yang profesional dan transparan. Dana umat harus dipertanggungjawabkan
dengan baik. Selain itu, kami juga mendorong setiap DKM untuk mengurus
legalitas aset masjid agar terhindar dari sengketa di masa mendatang,"
tegas Nurhadi.
Ia menambahkan, sinergi yang kuat antara DKM, KUA, dan pemerintah desa adalah modal utama dalam memajukan peran masjid di masyarakat.
Pembinaan juga menghadirkan Ust. Wawan Setiawan,
Ketua Umum Sinergi Masjid Mandiri Indonesia. Ust. Wawan menyoroti perlunya
masjid memiliki sumber daya dan program yang mandiri.
"Masjid yang Makmur dan Mandiri tidak hanya menunggu
donasi, tetapi harus aktif menciptakan nilai tambah. Kami mendorong takmir agar
kreatif, misalnya dengan membentuk unit usaha syariah kecil atau program sosial
yang bisa menarik partisipasi jamaah secara berkelanjutan. Kemandirian
adalah roh pergerakan masjid masa kini," ujar Ust. Wawan.
Sementara itu, Ust. Abdul Hasim, Ketua DKM Nurul Huda
(masjid tempat acara berlangsung), menyampaikan menyampaikan apresiasi kepada
KUA Way Sulan sekaligus memberikan pandangannya dari sisi operasional dan
pemberdayaan jamaah lokal.
"Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana
menarik dan melibatkan generasi muda. Masjid harus menjadi tempat yang nyaman,
inklusif, dan relevan bagi remaja. Jika remaja sudah betah di masjid,
insyaallah kemakmuran masjid akan terjaga hingga masa depan," kata
Ust. Abdul Hasim, yang juga mengajak seluruh DKM untuk terus meningkatkan
silaturahmi pasca-acara ini.
Acara yang berlangsung hingga sore hari ditutup dengan momen
simbolis berupa penyerahan al qurβan. Seluruh peserta yang hadir menerima bantuan
mushaf Al-Qur'an yang disalurkan melalui kerja sama dengan Badan Wakaf
Quran. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat membaca,
menghafal, dan mengkaji Al-Qur'an di masjid masing-masing, sekaligus melengkapi
sarana ibadah di masjid-masjid Way Sulan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi peningkatan
manajemen seluruh masjid di Way Sulan.