Sabbang,
Luwu Utara — Selasa, 18 November 2025, Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sabbang kembali melaksanakan program Bimbingan
Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai upaya preventif dalam meningkatkan
pemahaman remaja terkait Kesehatan reproduksi, dan pencegahan pernikahan usia
dini. Pada pelaksanaan kali ini, BRUS digelar di Madrasah Al-Jihad Buangin,
yang menjadi lokasi ketiga dari rangkaian kegiatan BRUS tahun ini.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh para pegawai KUA Sabbang, baik penyuluh maupun penghulu,
pihak Puskesmas Sabbang Selatan, serta dari pihak Madrasah Al-Jihad
Buangin, mulai dari kepala madrasah, para guru, staf, hingga puluhan siswa
yang menjadi peserta utama. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan antusias
sejak awal acara dibuka.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Jihad, dilanjutkan oleh Kepala Madrasah Aliyah Al-Jihad, dan ditutup oleh sambutan Kepala KUA Sabbang yang secara resmi membuka kegiatan BRUS. Dalam sambutannya, Kepala KUA menekankan pentingnya edukasi remaja dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya terkait pergaulan, kesehatan, dan pernikahan dini yang masih menjadi persoalan sosial di sejumlah daerah.
Kegiatan
BRUS diisi oleh tiga materi utama yang disampaikan oleh para fasilitator sesuai
dengan bidangnya masing-masing. Materi pertama, “Pengenalan Remaja Sehat”,
dipaparkan oleh Muh. Ilyas Nur, S.Pd., Penyuluh Agama Islam KUA Sabbang.
Ia memberikan edukasi tentang bagaimana remaja dapat memahami perubahan diri,
menjaga kesehatan mental, serta membangun perilaku positif untuk menghindari
masalah sosial seperti bullying maupun pergaulan bebas.
Materi
kedua disampaikan oleh Bidan Rosdia P., S.ST dari Puskesmas Sabbang
Selatan, yang mengangkat tema “Kesehatan Reproduksi Remaja”. Dalam
pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi,
risiko hubungan seksual pranikah, serta dampak medis dan sosial yang dapat
timbul apabila remaja tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam menjaga diri.
Sebagai
penutup sesi materi, Rahmat, S.Ag., M.Ag., Penghulu Ahli Pertama pada
KUA Sabbang, menyampaikan materi “Pencegahan Pernikahan Usia Dini”. Ia
menekankan bahwa pernikahan bukan hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga
mental, ekonomi, dan sosial. Pernikahan dini, menurutnya, menjadi salah satu
penyebab munculnya masalah keluarga seperti perceraian, ketidaksiapan ekonomi,
stunting, hingga kekerasan rumah tangga. Karena itu, generasi muda harus
dibekali wawasan yang benar sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup.
Selama
penyampaian materi, para siswa menunjukkan antusias yang tinggi. Mereka aktif
menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta memberikan tanggapan terhadap setiap
topik yang diangkat oleh para fasilitator. Interaksi dua arah ini menjadikan
suasana pembelajaran lebih hidup dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Pelaksanaan
BRUS ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi para remaja untuk lebih
mengenal diri, menjaga kesehatan fisik dan psikis, memahami persoalan sosial
remaja, menghindari pergaulan bebas, serta mengetahui bahaya dan dampak
pernikahan dini. Program ini juga menjadi wujud komitmen KUA Sabbang dalam
menghadirkan layanan edukatif yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda.
Keberhasilan
kegiatan BRUS di Madrasah Al-Jihad Buangin tidak terlepas dari sinergitas
KUA Sabbang, Puskesmas Sabbang Selatan, para fasilitator, pihak madrasah, serta
panitia yang bekerja sama demi terselenggaranya kegiatan pendidikan remaja
yang bermanfaat dan berkelanjutan.