KUA Rangsang Salurkan Duplikat Buku Nikah Kepala Korban Kebakaran

Kep. Meranti (Hmuas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangsang menunjukkan kepedulian terhadap keluarga Mualip yang tertimpa musibah kebakaran rumah di Desa Dwitunggal dengan menyerahkan duplikat buku nikah dan sagu hati, Selasa (3/11/2026). Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala KUA Rangsang bersama Penghulu dan Penyuluh Agama sebagai bentuk pelayanan administrasi keagamaan sekaligus kepedulian sosial Kementerian Agama kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya KUA untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan administrasi keagamaan meskipun sedang menghadapi kondisi sulit akibat musibah. Kebakaran yang menimpa rumah keluarga Mualip tidak hanya berdampak pada tempat tinggal, tetapi juga menyebabkan hilangnya dokumen penting keluarga, termasuk buku nikah. Melalui penyerahan duplikat buku nikah, KUA berupaya membantu memenuhi kembali kebutuhan administrasi keluarga yang terdampak.

Kepala KUA Rangsang, Widyasmara, menyampaikan bahwa kehadiran KUA di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memberikan pelayanan administrasi keagamaan di kantor, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan perhatian terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

โ€œSemoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga Mualip yang tertimpa musibah. Kami berharap duplikat buku nikah yang diserahkan dapat membantu memenuhi kembali kebutuhan administrasi keluarga. Kami juga mendoakan semoga keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit kembali,โ€ ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyerahan duplikat buku nikah merupakan salah satu bentuk pelayanan KUA dalam membantu masyarakat yang kehilangan dokumen pernikahan akibat kejadian yang tidak diinginkan. Dokumen tersebut memiliki arti penting bagi pasangan suami istri karena menjadi bukti resmi pencatatan pernikahan dan diperlukan untuk berbagai keperluan administrasi keluarga.

Selain memberikan pelayanan penggantian dokumen, KUA Rangsang juga menyerahkan sagu hati sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada keluarga korban. Kehadiran Kepala KUA bersama Penghulu dan Penyuluh Agama diharapkan dapat memberikan semangat serta menghadirkan rasa bahwa masyarakat tidak menghadapi musibah tersebut sendirian.

Pelayanan ini sekaligus mencerminkan peran KUA sebagai unit pelayanan Kementerian Agama yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Pelayanan keagamaan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian urusan administrasi, tetapi juga perlu menghadirkan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebermanfaatan dalam kehidupan sosial.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Rangsang terus berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat diharapkan dapat dirasakan secara langsung, terutama oleh warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan dalam situasi sulit.

Semangat ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama Berdampak, yakni memastikan setiap bentuk pelayanan keagamaan tidak berhenti pada urusan administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan dekat dengan masyarakat.


Bagikan Artikel