Pulau Tello (Humas) — Semangat Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan. Usai upacara peringatan Hari Santri, Kamis (22/10/2026), KUA Pulau-Pulau Batu bersama Polsek Pulau-Pulau Batu melaksanakan kerja bakti untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta upacara, mulai dari siswa, guru, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), hingga tamu undangan sebagai wujud gotong royong dan kepedulian bersama.
Kegiatan kerja bakti tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus menanamkan nilai-nilai Hari Santri dalam kehidupan bermasyarakat. Seluruh peserta bergotong royong membersihkan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan tertata. Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab individu atau instansi tertentu, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Kepala KUA Pulau-Pulau Batu, Ian Maisa Sembiring, S.Sos.I., menegaskan bahwa peringatan Hari Santri harus menjadi momentum menghadirkan pengabdian nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui perilaku positif, seperti menjaga kebersihan, memelihara lingkungan, serta membangun budaya gotong royong. “Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan para santri, tetapi juga melanjutkan perjuangan melalui aksi nyata, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Ian menambahkan bahwa sinergi antara KUA, kepolisian, lembaga pendidikan, dan unsur pemerintah merupakan modal penting untuk membangun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai bagian dari seremoni Hari Santri, tetapi dapat menjadi kebiasaan positif yang diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, semangat santri dapat tercermin melalui keteladanan, kedisiplinan, dan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Pulau-Pulau Batu, IPDA Jannes Hutasoit, S.H., menyampaikan bahwa kerja bakti merupakan wujud kebersamaan sekaligus sarana mempererat hubungan antara kepolisian, KUA, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Ia menilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tumbuh dengan sikap disiplin dan bertanggung jawab. “Kami menyambut baik kolaborasi ini dan berharap semangat gotong royong terus terpelihara, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Melalui aksi bersih-bersih tersebut, KUA Pulau-Pulau Batu dan Polsek Pulau-Pulau Batu menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri 2026 dapat diwujudkan melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup bersih sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitar. Semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” pun diharapkan tidak sekadar menjadi tema peringatan, tetapi hadir dalam tindakan nyata untuk membangun masyarakat yang religius, sehat, dan bertanggung jawab.